MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas Mahasiswa Peduli Sejarah (MaPS) melakukan “meuseuraya” di Komplek makam peninggalan sejarah Sumatra-Pasai. kegiatan tersebut dipusatkan di desa Krueng Seunong kecamatan Kuta Makmur. Minggu (04/05/2024).
Koordinator MaPS Munawir mengatakan bahwasanya pada agenda meuseuraya, pihaknya berupaya untuk menata kembali situs batu nisan yang mulai tertimbun dan tergeser dari tempat asalnya.
“Batu nisan yang sudah tidak lagi pada posisi dasar ini kita angkat dan kita kembalikan ke posisi dasarnya”, tuturnya.
Munawir mengaku dirinya banyak menemukan batu nisan peninggalan sejarah Sumatra-Pasai di wilayah Kuta Makmur, meski masih belum menemukan jenis batu nisan yang terukir epitafnya.
“Jadi di sekitar area ini kita tidak hanya fokus pada kegiatan meuseuraya tapi juga melakukan ekspedisi, untuk mencari temuan-temuan baru”, ucapnya
Lebih lanjut Munawir mengatakan, Meski M.Nur salah seorang masyarakat desa Krueng Seunong menginformasi kepada pihak MaPS terkait keberadaan jenis batu nisan yang ada epitaf. Namun dalam ekspedisi yang dilakukan pihak MaPS kemarin pada Minggu 4 Mei 2024 kemarin, dirinya mengaku belum menemukan keberadaan batu nisan yang dimaksud.
Munawir juga menjelaskan bahwasanya agenda meuseuraya merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap Minggu, untuk menata tinggalan sejarah kesultanan Sumatra-Pasai yang ada di wilayah Kuta makmur. Kegiatan sebelumnya telah berlangsung di 2 kemukiman yaitu kemukiman Blang Ara dan Bereughang dan yang terakhir kemukiman Keude Krueng tepatnya di desa Krueng seunong.
“Kedepannya kita akan terus melakukan kegiatan ini, sebagai upaya kita untuk merawat dan mengangkat kembali nilai-nilai sejarah Samudera Pasai”, tutup Munawir. [Muntazar]







