Home / BERITA

Jumat, 31 Desember 2021 - 20:07 WIB

Literasi Media Sebagai Upaya Hadapi Disentralisasi Komunikasi Publik


JAKARTA – Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kominfo), Usman Kansong, mengatakan, Literasi media dibutuhkan untuk menghadapi tantangan desentralisasi dalam komunikasi publik pada saat ini. Sabtu (1/1/2022)

Dengan literasi, pemerintah bisa menyampaikan informasi dan kebijakan dalam narasi tunggal kepada masyarakat.

“Sebelumnya (Komunikasi Publik), tersentralisasi di Departemen Penerangan. Sekarang, di era reformasi yang lebih demokratis, komunikasi publik terdesentralisasi, terdistribusi atau terbagi-bagi, terserap di semua kementerian, lembaga, pemerintah pusat hingga pemerintah daerah,” tutur Dirjen IKP Kominfo di Jakarta, pada Selasa Desember 2021.

Menurut Dirjen IKP Kominfo, literasi media berperan penting untuk menyampaikan kepada publik mengenai salah satunya program-program penanggulangan COVID-19, melalui upaya pemulihan kesehatan dan ekonomi.

Selain itu, literasi media juga berperan untuk mencegah disinformasi, sekaligus mengajak masyarakat untuk mengisi ruang digital dan media dengan informasi yang baik.

Baca Juga  Maraknya Korban Aplikasi Scam, Ratusan Santri di Samalanga Cakap Digital

“Disinformasi marak di media sosial dan Kominfo dalam hal ini bertugas sebagai leading sector dalam menanggulangi berbagai disinformasi,” imbuhnya.

Oleh karenanya, kata Usman, Kominfo berupaya meningkatkan keterampilan digital (digital skill) untuk mengoperasikan teknologi dengan baik.

Dalam hal ini, Kominfo memiliki materi dalam literasi digital terkait budaya digital yang sesuai dengan Pancasila, norma-norma, adat istiadat, juga kearifan lokal. Lanjut Usman.

Materi tersebut termasuk unsur-unsur kebangsaan dan keberagaman yang menjadi budaya Indonesia.

“Kita juga sampaikan bagaimana bermedia sosial yang aman agar tidak ada tuntutan hukum di belakang hari. Di Indonesia ada beberapa undang-undang yang mengatur konten media sosial atau digital, antara lain UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik),” jelasnya.

Baca Juga  Tokoh Adat Pubian Dukung Penuh Silaturahmi Tokoh Adat Saibatin dan Pennyimbang Tuha Raja

Lebih lanjut Dirjen IKP Kominfo menjelaskan, pihaknya juga melakukan penelusuran jejak (crawling) informasi-informasi negatif di media sosial atau platfrom digital melalui perangkat Automatic Identification System (AIS).

Perangkat ini bekerja mengidentifikasi konten negatif, seperti pornografi, radikalisme, perjudian, ujaran kebencian, termasuk hoax ataupun disinformasi.

Selain itu, Kemenkominfo juga memiliki tim yang terus memantau konten negatif atau disinformasi di media sosial, serta menerima laporan dari masyarakat apabila menemukan konten semacam itu.

“Kami biasanya kemudian meminta platform digital untuk men-take down disinformasi maupun informasi hoax”.

Kominfo juga memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan Facebook, Google, Twitter, Tiktok, Instagram, dan platform media digital lainnya,” katanya.

Dilansir : InfoPublik | Photo : Amiriyandi /InfoPublik.

Share :

Baca Juga

BERITA

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 2 Kg Ganja di Depok, Satu Tersangka Diamankan

BERITA

Program Broh Jeut Keu Peng Resmi Berjalan, Pemkot Lhokseumawe Operasikan Mesin Pengolahan Sampah

BERITA

Ketum AWDI Serahkan Mandat Pembentukan DPW AWDI Provinsi Bali pada Momentum HPN 2026

BERITA

Aliansi Pemuda dan Pers Soroti Penanganan Pascabanjir di Pidie Jaya

ACEH

Medco EP Malaka Beri Dukungan Psikososial bagi Anak Terdampak Banjir di Aceh Timur

BERITA

Wakapolres Metro Tangerang Kota Hadiri Peringatan HPN 2026 Bersama Insan Pers

ACEH

Wakil Bupati Aceh Timur Hadiri Peresmian Huntara dan Penyerahan Dana Tunggu Hunian

ACEH

Guru PAUD Peunaron Aceh Timur Tingkatkan Kompetensi dengan Deep Learning