Home / BERITA

Rabu, 5 Februari 2025 - 14:50 WIB

Komisi ll DPRK Aceh Utara Bahas Isu Aktual dan Tampung Keluhan Panglima Laot

Komisi ll DPRK Aceh Utara melakukan audiensi denga Para Panglima Laot di Aceh Utara. (Foto: Nyak Din)

MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Komisi II DPRK Aceh Utara audiensi dengan panglima laot kabupaten dan panglima laot lhok atau kecamatan-kecamatan di pesisir Aceh Utara, Selasa, (04/02/2025)

Rapat audiensi yang dibuka oleh ketua komisi II Muhammad Romi, didampingi wakil ketua Ruslan, dan anggota, Saifunnizar, Marzuki M, dan Tgk. Abdullh M. Amin di ruang komisi, serta dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara, kepala PSDKP Langsa, Panglima Laot Aceh Utara, Seluruh Panglima Lhok, dan para Camat di delapan daerah pesisir.

Audiensi tersebut bertujuan untuk penyelarasan berbagai isu aktual tentang Pelaksanaan Tugas dan Kewenangan Lembaga Panglima Laot, terutama isu illegal fishing yang marak terjadi selama ini.

Selain itu, keluhan-keluhan dari panglima laot menyangkut pelaksanaan hukum atau qanun di wilayah laut juga dibahas dalam rapat audiensi tersebut.

Baca Juga  Ketua Mahkamah Agung Menyampaikan Refleksi Akhir Tahun 2014

Panglima laot Aceh Utara, Tgk. Hamdani dalam kesempatan itu menyoroti persoalan pukat trawl yang sudah berkembang sejak lama, namun belum ada penyelesaiannya.

Selain itu, Isu perdagangan manusia lewat pelabuhan, perusakan rumpon dan terumbu karang, abrasi kuala yang belum ada penanganannya, musibah bagi pelaut perlu perhatian dari Pemerintah, serta kelangkaan BBM bagi pelaut tidak luput dari perhatian Tgk. Hamdani.

Selain Tgk Hamdani, para panglima laot lhok di delapan kecamatan juga dengan bergantian menyampaikan keluhan dan masukan dalam audiensi dengan pihak komisi II DPRK Aceh Utara pagi tadi.

Masukan atau permasalahan yang disampaikan panglima laot di delapan kecamatan daerah pesisir aceh utara tidak jauh berbeda dari pemaparan Tgk Hamdani.

Sebagai tambahan dari panglima-panglima lhok juga mengharapkan bahwa aktifitas pengeboran lepas pantai seperti Harborl Dan Mubadala dapat melibatkan panglima laot.

Menyangkut honor atau insentif, operasional panglima laot, fasilitas di TPI Muara Batu yg tidak memadai serta tapal batas Aceh Utara dan Aceh Timur di Kuala Jambo Aye juga mencuat dalam rapat audiensi tersebut.

Baca Juga  Gajah Betina Liar di Aceh Timur Mati Usai Jalani Perawatan Selama Sepekan

Menanggapi persoalan insentif yang sangat minim diterima panglima laot selama ini, Kepala Pengawasan Kelautan mengatakan bisa saja disesuaikan dengan UMP, namun, keberadaan Panglima laot harus dibawah naungan lembaga Wali Nanggroe.

“Setidaknya dalam pertemuan tersebut beberapa poin disimpulkan untuk menjawab persoalan para panglima laot,” ujar Geuchik Romi

Ia menjelaskan menyangkut Pukat Trawl perlu koordinasi antara Panglima laot Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe dan Aceh Timur serta perlu dilakukan mekanisme pelaksanaan di lapangan harus menerapkan aturan kembali di setiap wilayah pesisir.

Kemudian persoalan kesejahteraan Panglima laot perlu diperhatikan dengan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan kendaraan dinas bagi panglima laot.

“Selanjutnya Komisi II akan menindaklanjuti keluhan-keluhan yang berkembang dengan menjadwalkan kembali Rapat lanjutan dengan melibatkan APH dan pihak-pihak lain yang berkompeten untuk sama-sama menjawab persoalan panglima laot”, pungkas Muhammad Romi. [**]

Share :

Baca Juga

ACEH

Perkembangan Penanganan Kasus Video Viral Dugaan Penganiayaan Anak di Idi Tunong, Polisi Jelaskan Alasan Belum Menahan Tersangka

ACEH

Piala Bupati Aceh Timur Cup II Sukses Digelar, Darul Ihsan Juara Lewat Drama Adu Penalti

ACEH

Bupati Al- Farlaky Pimpin Rapat Monev  Manajemen RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak

ACEH

Kabid SMP Suhaimi Jadi “HERO” Pembinaan Sepak Bola Pelajar, GSI Tingkat SMP Aceh Timur Lahirkan Juara Baru

ACEH

Miris! Tersangka Pengeroyokan Anak 14 Tahun di Aceh Timur Belum Ditahan, Kuasa Hukum: Jangan Ada Main Mata

ACEH

BPMP Aceh dan Disdikbud Aceh Timur Gelar Akselerasi Digitalisasi Pembelajaran PAUD dan SD

ACEH

Gayo Lues Digoyang Gempa 5,6 Magnitude, Getaran Terasa hingga ke Idi Rayeuk 

BERANDA

Kepala BGN Nanik Sudaryati Mundur karena Alami Sakit Jantung, Ditunjuk Prabowo Pimpin Dewan Pengawas