Home / BERITA

Jumat, 1 Agustus 2025 - 02:44 WIB

Ketua RACIM Soroti Kinerja PLT di Aceh Timur, Desak Bupati Dengarkan Aspirasi Masyarakat

MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR — Ketua Rakyat Aceh Cinta Mualim (RACIM) Kabupaten Aceh Timur, Teuku Munzir atau yang akrab disapa Ampon, menyampaikan kritik tajam terhadap penempatan Penjabat Pelaksana Tugas (PLT) di lingkungan pemerintahan Aceh Timur. Ia menyoroti khususnya posisi PLT yang ditempatkan di tingkat kabupaten hingga ke desa-desa.

Menurut Ampon, banyaknya PLT yang bukan berasal dari daerah setempat, bahkan dari luar Aceh Timur, dinilai berdampak negatif terhadap kualitas pelayanan publik.

“PLT yang bukan penduduk lokal sering kali tidak memahami kondisi sosial dan budaya masyarakat. Ini menghambat pelayanan, terutama di desa-desa,” ujar Ampon dalam keterangannya, Kamis (31/7/2025).

Ampon berharap Bupati Aceh Timur lebih peka terhadap suara masyarakat. Ia menegaskan akan mengambil langkah lanjutan bila aspirasi ini diabaikan.

Baca Juga  Mahfud MD Puji Polri Bongkar 38 Ribu Kasus Narkoba: Capaian Luar Biasa, Bukti Komitmen Asta Cita

“Kami ingin Pak Bupati tidak menutup mata dan telinga. Kalau persoalan ini tidak ditanggapi, saya akan menyurati langsung Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualim), di Banda Aceh,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ampon juga menanggapi langkah yang dilakukan oleh Laskar Anti Korupsi Indonesia (DPC-LAKI) Aceh Timur, yang telah melayangkan Surat Permintaan Informasi Publik (SPI) kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Timur.

Surat bernomor 23/DPC-LAKI.A.TIM/2025 tertanggal 29 Juli 2025 itu ditujukan kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) untuk meminta dokumen terkait kegiatan rehabilitasi sekolah tingkat SMP yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2023 dan 2024.

Baca Juga  Etika yang Tersisih di Spanduk Pemerintah Aceh Timur : Lupa atau Sengaja Dilupakan?

Ketua DPC-LAKI Aceh Timur, Saiful, menjelaskan bahwa pihaknya meminta data berupa dokumen fisik atau salinan rincian kegiatan, nama-nama sekolah yang direhabilitasi, serta nilai anggaran masing-masing proyek.

“Kami mendorong keterbukaan informasi demi terwujudnya transparansi dalam pengelolaan dana publik, khususnya untuk sektor pendidikan,” kata Saiful.

Ampon menyatakan dukungannya terhadap upaya tersebut. Ia menilai partisipasi masyarakat sipil dan LSM seperti LAKI penting untuk menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Aspirasi yang disampaikan oleh tokoh masyarakat dan lembaga swadaya ini mencerminkan tingginya harapan publik terhadap kepemimpinan daerah yang lebih adil, terbuka, dan mengedepankan kepentingan rakyat. (**)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB Melebar, KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif

ACEH

Rp435,32 Miliar untuk Penyintas Banjir Sumatera Cair, Aceh Utara Dapat Rp328 Miliar: Benarkah Sampai ke Warga?
Wisuda 227 Lulusan, UIA Berikan Apresiasi Prodi Unggul Hadiah Umrah

BERITA

Penguatan Mutu Menuju 2030, UIA Gelar Wisuda Angkatan XXXVIII di Kampus Paya Lipah

ACEH

LITERASI BENCANA: Hampir Setahun Berlalu, 222 Ribu Jiwa di Aceh Timur Masih Menanti Jadup dan Isi Hunian di Tahap 10

BUDAYA

Kritik Budaya Literasi Semu, Teuku Muhammad Jamil Ajak Ubah Kebiasaan Berbagi Tautan Jadi Berbagi Pemahaman

BERITA

DPN Indonesia dan Pagar Nusa Siapkan 2.000 Beasiswa PKPA bagi Kader Sarjana Hukum

BERITA

Direktur PMMU Lepas Tiga Alumni untuk Lanjutkan Studi ke Universitas Al-Azhar Mesir

BERITA

Polri Ajak Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Online, Jaga Keamanan Digital