MEDIALITERASI.ID | BENER MERIAH – Dampak rangkaian bencana alam yang melanda Kabupaten Bener Meriah — mulai dari tanah longsor, banjir, hingga gempa bumi — menyebabkan distribusi kebutuhan pokok terganggu secara signifikan. Kondisi ini berimbas langsung pada kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut. Sejak beberapa hari terakhir, masyarakat terpaksa mengantre panjang di berbagai SPBU yang masih beroperasi untuk mendapatkan BBM, Minggu ( 30/11/2025).
Antrean kendaraan tampak mengular sejak pagi hingga malam hari. Banyak warga rela menunggu berjam-jam karena sebagian besar SPBU dilaporkan sudah kehabisan stok. Kelangkaan BBM ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh, mulai dari transportasi hingga penggunaan mesin genset untuk penerangan dan kebutuhan rumah tangga.
Di tengah situasi yang memanas, personel Polres Bener Meriah, Brimob Kompi 3 batalyon B pelopor bersama instansi terkait bergerak cepat melakukan pengamanan di area SPBU untuk mencegah kericuhan dan memastikan proses distribusi berjalan tertib. Petugas ditempatkan pada titik-titik antrean, jalur masuk-keluar SPBU, serta area rawan kemacetan guna menjaga keselamatan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto melalui Kasi Humas Ipda Eriadi menegaskan bahwa langkah pengamanan ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. “Kami memastikan situasi tetap kondusif, membantu masyarakat mengakses BBM, serta mendukung proses distribusi bantuan yang sedang berlangsung,” ujarnya dalam keterangan singkat.
Selain BBM, stok kebutuhan bahan pokok (sembako) juga semakin menipis. Sejumlah toko dan pasar dilaporkan mulai kehabisan beras, minyak goreng, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya, membuat warga semakin kebingungan mencari kebutuhan mendasar.
Pemerintah daerah bersama kepolisian, TNI, BPBD, serta dinas terkait saat ini sedang mengupayakan langkah-langkah penanganan darurat. Jalur distribusi alternatif sedang berusaha dibuka, termasuk koordinasi dengan pihak provinsi dan lembaga kemanusiaan untuk memastikan suplai BBM dan bahan pokok dapat segera masuk kembali ke wilayah Bener Meriah.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak melakukan penimbunan, serta selalu mengikuti arahan petugas di lapangan. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan seluruh stakeholder berkomitmen mempercepat pemulihan kondisi dan memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran. (EQ)









