Home / BERITA

Selasa, 6 Mei 2025 - 11:56 WIB

Kader PKS Minta Makhyar Dicopot Sebagai Ketua PKS Aceh

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Kader PKS Aceh yang juga advokat senior, Nourman menilai PKS Aceh harus melakukan perubahan besar dalam pengelolaan partai. Perubahan yang paling prinsipil dan segera adalah dengan pergantian pimpinan khususnya ketua DPW PKS yang saat ini diketuai oleh Makhyarudin Yusuf. Makhyar tidak mampu memimpin partai kader sekelas PKS. Demikian disampaikan nourman melalui pesan singkatnya.

“Selama lima tahun kita alpa dari segi kaderisasi pembinaan wilayah, kehumasan, dan pendidikan politik. Kepemimpinan Makhyar bukan hanya lemah tapi juga telah merusak soliditas kader yang berakibat PKS gagal penuhi target pemilu 2024” Kata Nourman.

Menurut Nourman, pergantian ketua DPW tidak harus menunggu hasil pemilihan anggota majelis syuro, tapi bisa dilakukan pencopotan segera. “pencopotan ini sangat mendesak untuk dilakukan karena tantangan politik kedepan semakin berat dan PKS harus memiliki peran kuat di dalamnya”.
Perolehan suara PKS pada pemilu 2024 yang baru saja dilalui, PKS mengalami pengurangan kursi , khususnya untuk DPRA. Berkurangnya jumlah kursi di DPRA akan berefek terhadap kinerja partai  baik di dalam maupun diluar parlemen .

Baca Juga  Tujuh Warga Negara Asing Diamankan Polisi di Aceh Barat

Padahal perolehan suara ini yang menentukan bisa tidaknya menjadi fraksi penuh di DPRA. Penyebabnya adalah ketidakmampuan Makhyar membangun soliditas kader.

“Ini bertolak belakang dengan visi misi PKS sebagai partai kader.  Makhyar tidak mampu mengelola soliditas dan bahkan cenderung merusaknya hingga menjangkau semua jenjang kaderisasi. Padahal selama ini kaderisasi adalah mesin partai yang paling efektif .

Selain terjadi pengurangan kursi di DPRA , PKS juga nyaris kehilangan dua kursi DPR RI.

Baca Juga  Kurir Darat Sabu 192 Kilogram Asal Aceh Terancam Hukuman Mati, Polisi Buru Pemberi Perintah

“Ini sangat fatal. Dalam sejarahnya mesin politik PKS berupa kader selama ini sangat menentukan perolehan suara, dengan biaya murah dan militansi mengawal suara. Namun ini tidak terjadi. Ada yang berbeda dan sangat mengganggu. Semua mengarah kepada lemahnya soliditas kader, lemahnya kepemimpinan partai”.

“Dalam jangka panjang kader harus menghadapi  PR yang lebih berat.  Membangun partai bukan setahun dua tahun. Harusnya kita leading pada tahun 2024.

“Melalui mekanisme internal partai yang mulai bergulir beberapa waktu ke depan, kita harapkan DPP PKS memperhatikan suara kader dan membuat kebijakan strategis untuk Aceh.
Masa depan PKS Aceh ditentukan dengan kepemimpinan yang cerdas, baik dan energik” tegas Nourman.

“Makhyar sudah cukup. “Kata Nourman lagi.

Share :

Baca Juga

BERITA

ASDP Siapkan Jalur Alternatif ke IKN, Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Logistik

BERITA

Dukung Program Ketahanan Pangan, Ditpolairud Polda Metro Jaya Kembangkan Budidaya Udang Windu

BERITA

Polres Metro Depok Sita 12.314 Butir Obat Daftar G Ilegal, 41 Pelaku Diamankan

BERITA

AWDI Kutuk Penangkapan Jurnalis dan Warga Sipil Indonesia oleh Militer Israel di Perairan Gaza

BERITA

Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan”, Wakapolri Ungkap Wajah Baru Ancaman Teror di Era Digital

BERITA

Baitul Mal Aceh Utara Tinjau Rumah Murtala

ACEH

Anak Asal Takengon Tertahan di Pelabuhan Belawan, Keluarga Diminta Segera Menghubungi Petugas

BERITA

BNN Ungkap Jaringan Sabu Aceh-Bogor, Oknum TNI Ditangkap dengan 29 Kg Barang Bukti