Home / BERANDA / BERITA / OPINI

Rabu, 29 Mei 2024 - 12:42 WIB

KABINET GEMBROT MENGGUSUR RAKYAT

Oleh M Rizal Fadillah*

KABINET GEMBROT MENGGUSUR RAKYAT

Rencana untuk menambah kementrian hingga lebih dari 40 pada Kabinet Prabowo kelak setelah pelantikan sungguh memprihatinkan. Nuansanya adalah “bagi-bagi kue” meskipun kue itu harus dibungkus dengan narasi kebutuhan. Kebutuhan akan mencakup bidang tugas. Gibran menyebut contoh bidang tugas itu adalah makan siang gratis.

Nampaknya ada dua hal yang mendasari perlunya penggembrotan kementrian “Kabinet Prabowo Gibran” yaitu :

Pertama, untuk mewadahi pusing dan jlimetnya program kerja “Makan Siang Gratis”. Prabowo terjebak oleh janji kampanye “asbun” (asal bunyi) dan “asrik” (asal menarik) yang akhirnya menjadi “aspu” (asal tipu-tipu). Makan siang diubah menjadi “sarapan” dengan penghalusan menjadi “makan bergizi gratis”.

Kedua, untuk mewadahi pemeliharaan dan pemeliharaan rangkulan. Diperlukan wadah yang lebih besar. Akibatnya Prabowo harus melakukan penggemukan sapi eh politik dagang sapi. Kabinet adalah tempat makan-makan bersama para pendukung dan kelompok rangkulan. Bergembira “cengengesan” menikmati kekuasaan. Tugas dan amanat hanya sekunder bahkan tersier.

Baca Juga  Atlet Legenda Bawa Api Obor Pada Open Ceremony PON XXI Wilayah Sumut

Sebutan Kabinet Kebersamaan, Kabinet Gotong Royong, Kabinet Kekeluargaan, Kabinet Gemuk Kabinet Gembul ataupun Kabinet Gemoy merupakan Kabinet yang menghimpun banyak kelompok politik untuk berkumpul di Istana. Ditambah dengan kue Komisaris, kue Duta Besar, kue Setap Kusus. Pokoknya obral jabatan agar semua menikmati kue kekuasaan. Buka pintu kosmetik berjam-jama’ah.

Bagaimana dengan oposisi? Gampang, tinggal berteriak dan meminta fatwa dari Dukun Tata Negara bahwa dalam sistem Presidensial tak mengenal oposisi. Selesai.

Ketika semua Pimpinan Partai berada di Kabinet, maka Parlemen pasti akan menghamba dalam barisan Daulat Tuanku. Yang penting adalah “cash and carry”.

Prabowo Gibran menjadi pengontrol dari sistem Demokrasi Terpimpin. Rakyat tetap menjadi obyek kepentingan Oligarki. Oposan ancaman hukuman mati. Inilah bahaya ke depan jika penguasa dinasti dan kronis tidak cepat diganti. Jokowi itu sumber kerusakan dan bibit Prabowo Gibran bagi negeri. Prabowo bukan solusi, Gibran ‘beracun’ demokrasi.

Baca Juga  Harapan dan Target 100 Hari Kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kabinet Merah Putih

Kabinet Gembrot merupakan penguat dari pemborosan finansial, pembodohan politik dan membuka moral. Hanya efektif sebagai sarana penggerusan kedaulatan rakyat. Kabinet gemuk paradoks dengan rakyat yang semakin kurus. Artinya dibenarkan bahwa memang Prabowo Gibran adalah tokoh paradoksal. Paradoks dan membawa sial.

Kabinet Gemoy sungguh menggemaskan, mencemaskan dan mengenaskan. Maklum produk dari proses yang tidak jujur, tidak adil dan tidak benar. Jika dahulu slogan heroik adalah “Sekali merdeka, tetap merdeka” maka kini slogan itu telah berubah menjadi “Sekali curang, tetap curang”—Sekali Jokowi, tetap Prabowo.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 29 Mei 2024

Share :

Baca Juga

ACEH

AI Tak Bisa Gantikan Integritas Wartawan, Medco E&P dan BPMA Gelar Dialog dengan 33 Jurnalis Aceh Timur di Medan

HUKUM

Bongkar Pabrik Sabu 1,2 Ton di Aceh, 7 Orang Ditangkap di China – Terancam Hukuman Mati

OPINI

Catatan Kritis Akademisi USK: Kembali ke UUD 1945 Jangan Hanya Ganti Peta, Tapi Tetap Salah Jalan

NASIONAL

Polda Metro Jaya Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda Bersama 100 Mahasiswa di Jakarta

BENCANA

Warga Minta Pemkot Banda Aceh Evaluasi Pohon Trembesi di Jalur Wisata PLTD Apung

BENCANA

Waspada! Bibit Siklon Tropis 98B di Teluk Benggala Ancam Aceh dan Sumut Sepekan ke Depan

ACEH

Di Musda Golkar, Al-Farlaky Buka Pintu Kolaborasi untuk Pembangunan Aceh Timur

ACEH

Bukan Janji! Bupati Al-Farlaky Buktikan Pelayanan Makin Baik, 6 Ambulans dan 2 Truk Sampah Dibagikan