Home / BERITA

Senin, 13 Oktober 2025 - 21:45 WIB

Jurnalis Gaza Saleh Aljafarawi Meninggal Terkena Peluru, Dunia Jurnalisme Berduka

MEDIALITERASI.ID | GAZA, PALESTINA – Dunia jurnalisme kembali berduka. Jurnalis muda Palestina, Saleh Aljafarawi meninggal saat bertugas meliput bentrokan bersenjata di Kota Gaza, Minggu (12/10/2025) waktu setempat. Tragedi ini terjadi hanya beberapa hari setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.

Dilansir dari Al Jazeera, Senin (13/10/2025), jurnalis berusia 28 tahun itu dikenal luas karena liputan dan video-video perangnya yang menggambarkan kondisi kemanusiaan di Gaza. Menurut sumber lokal, Aljafarawi ditembak dan tewas di lokasi saat merekam peristiwa bentrokan di kawasan Sabra, Gaza.

Baca Juga  Prajurit Satgas Pamtas Yonif 645/Gardatama Yudha dan Balai Karantina Pertanian Entikong Melakukan Patroli Gabungan

Jenazahnya ditemukan masih mengenakan jaket anti peluru bertuliskan “PERS” di bagian dada. Sumber di Palestina menyebutkan, bentrokan tersebut melibatkan pasukan keamanan Hamas dan kelompok bersenjata dari klan Doghmush, meski informasi ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas Gaza.

Seorang pejabat senior di Kementerian Dalam Negeri Gaza mengatakan kepada Al Jazeera bahwa bentrokan itu diduga melibatkan milisi yang berafiliasi dengan pihak pendudukan Israel.
“Pasukan keamanan melakukan pengepungan terhadap milisi tersebut. Anggota milisi menembaki warga sipil yang sedang kembali dari Gaza selatan ke Kota Gaza,” ujar pejabat tersebut.

Baca Juga  Temui Presiden Jokowi, Dubes Palestina Apresiasi Dukungan Tak Henti Indonesia

Meski gencatan senjata antara Hamas dan Israel telah diumumkan, otoritas Gaza sebelumnya telah memperingatkan bahwa kondisi keamanan di wilayah itu masih belum sepenuhnya stabil.

Kematian Saleh Aljafarawi menambah daftar panjang jurnalis yang gugur di medan konflik Gaza. Rekan-rekannya dan sejumlah organisasi pers internasional menyampaikan belasungkawa mendalam, menyebut Aljafarawi sebagai simbol keberanian dan dedikasi dalam memperjuangkan kebenaran di tengah perang (EQ)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Prediksi Maroko vs Haiti 24 Juni 2026: Atlas Lions Wajib Menang, Peluang Lolos 32 Besar Hampir Pasti

ACEH

Tegakkan Hukum, Kejari Aceh Tenggara Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Jembatan Rp9,9 Miliar

OPINI

Jejak Digital Tak Pernah Lupa: Mengapa Etika Bermedia Sosial Semakin Penting

BERANDA

Dorong Perang Total, Pernyataan Ben-Gvir Tuai Kritik: Israel Lebih Pilih Konflik Ketimbang Damai

BERANDA

Dua Dekade Setelah Tsunami, Solidaritas Pembaca Kompas Kembali Bangun Sekolah di Aceh Timur

ACEH

Bustami Nahkodai PGRI Aceh Timur 2024–2029, Komitmen Tingkatkan Profesionalisme Guru

ACEH

Perjuangan Pembaca Kompas Wujud: SDN Teumpeun Aceh Timur Dibangun Ulang Pasca Banjir 2025

ACEH

Kompas Bangun Kembali SDN Teumpeun, Bupati Al-Farlaky: Investasi Masa Depan Generasi