Hulu Migas Aceh Mendapat Perhatian Perusahaan Dunia
Photo Screenshoot Radar Depok dengan caption “Indonesia Temukan Potensi Migas Terbesar Dunia di Aceh”.
ACEH – Indonesia saat ini menjadi sorotan dunia, pasca penemuan lokasi migas yang menjadi salah satu komoditas kebutuhan dunia yang saat ini harganya melambung tinggi akibat politik perang Rusia dan Ukraina.
Penemuan Lumbung Migas di lepas pantai Aceh seakan memberi semangat baru untuk mewujudkan prinsip ber keadilan dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia.
Saat ini Indonesia memiliki posisi bergaining yang diperhitungkan oleh dunia begitu juga dengan perusahaan Pengeboran, dalam hal sumber energy. Sumur Migas yang ditemukan di blok Andaman II dengan kode Timpan sedangkan blok Andaman lll yang memiliki kode Rencong dapat meningkatkan perekonomian negara dan dapat mensejahterakan rakyatnya.
Melansir CNN, atas temuan Migas itu, kabarnya perusahaan raksasa migas dunia yang sempat menyatakan hengkang bakal balik lagi ke Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan adanya potensi temuan di Wilayah Kerja Migas Andaman yang berlokasi di lepas pantai Aceh. Terutama Blok Andaman II yang dikelola oleh perusahaan Inggris Premier Oil dan Blok Andaman III yang dikelola oleh Repsol dalam masa pengeboran.
“Satu itu faktornya (Andaman). Kedua juga dengan krisis energi yang saat ini dialami, otomatis memang harus dicari sumber-sumber baru yang bisa merespon shortage itu dan mengamankan suplai jangka panjang,” kata Arifin di Gedung Kementerian ESDM, Rabu (20/7/2022).
Asal tahu saja, beberapa perusahaan raksasa migas yang sempat menarik dirinya dari Indonesia diantaranya adalah Chevron di Blok IDD, Shell di Blok Masela dan ConocoPhillips dari Blok Koridor.
Praktisi sektor hulu migas Tumbur Parlindungan menilai penemuan cadangan migas beberapa waktu lalu di Blok Andaman II rupanya telah mencuri perhatian para investor migas kakap dunia. Bahkan mereka para investor hulu migas kini tengah menunggu hasil dari kegiatan eksplorasi di wilayah Andaman.
Tumbur menyebut Andaman area yang meliputi Andaman I, Andaman II, Andaman III mempunyai prospect resources atau sumber daya gas yang cukup besar. Sehingga, menjadi salah satu target bagi para explorer dunia untuk turut bermain di hulu migas RI.
“Semua mata memang sedang menunggu hasil eksplorasi dari Andaman area, apabila sukses bisa merupakan salah satu world class discovery dan memberikan pengetahuan baru untuk para explorationist dalam mencari oil and gas di daerah sekitarnya, ” ujar Tumbur
Tumbur menyadari bahwa kondisi global saat ini memang memerlukan pasokan migas baru. Terutama yang selama ini sangat berkurang karena adanya isu pandemi Covid-19 dan sebagainya. “Dengan didominasi penemuan gas ini membantu proses transisi atau decarbonization di masa yang akan datang,” kata dia.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji mengatakan wilayah Andaman kemungkinan bisa masuk dalam area giant discovery yang berpotensi menjadi temuan cadangan migas terbesar dunia. Terutama jika Repsol selaku operator Blok Andaman III kembali mengulang kesuksesan yang dilakukan oleh Premier Oil di Andaman II.
“Blok Andaman III kan oleh Repsol, kalau ini ketemu juga ini bisa menjadi penemuan besar dunia. Kalau di sana ketemu, menyebarnya ke Thailand karena arahnya ke sana jadi luar biasa kalau ada,” katanya.
Tutuka mengatakan potensi sumber daya untuk Blok Andaman II sendiri rata rata sekitar 6 Trillion Cubic Feet (TCF). Ia pun optimistis jika potensi sumber daya Blok Andaman III tidak akan jauh dari potensi Andaman II.
“Sekarang discovery ini gak ada yang besar. Kalau dia nanti ketemu besar (Andaman). Ini kan ngebor setelah sumur Timpan (Andaman II), satu nanti sumur Rencong (Andaman III) itu akan kita lihat,” ujarnya.
Benjamin Thomas Sigar, Leluhur Prabowo Jakarta – Nama Benjamin Thomas Sigar kembali menjadi perhatian publik setelah diketahui sebagai kakek buyut Presiden Prabowo Subianto dari garis ibu. Di balik hubungan genealogis tersebut, Benjamin merupakan tokoh Minahasa abad ke-19 yang tercatat dalam sejumlah arsip kolonial Belanda sebagai pejabat pemerintahan lokal dan perwira pasukan bantuan Hindia Belanda. Sejumlah sumber sejarah menyebut Benjamin Thomas Sigar lahir di Langowan, Minahasa, sekitar tahun 1790 dengan nama Tawalijn atau Tawalin Sigar. Ia kemudian dibaptis menjadi Kristen Protestan pada 1841 oleh misionaris Jerman Johann Gottlieb Schwarz dan menggunakan nama Benjamin Thomas Sigar. Dalam literatur kolonial, Benjamin dikenal pernah menjabat sebagai Hukum Besar atau kepala distrik Langowan. Namanya juga tercantum dalam Almanak van Nederlandsch-Indië sebagai pejabat pemerintahan Hindia Belanda di Minahasa. Sebelum menjadi pejabat sipil, Benjamin diketahui memimpin Pasukan Tulungan (Hulptroepen), yakni pasukan bantuan yang direkrut pemerintah Hindia Belanda dari wilayah Minahasa untuk membantu operasi militer selama Perang Jawa 1825–1830. Keterlibatan Benjamin dalam Perang Jawa menjadi bagian paling banyak diperbincangkan. Berbagai tulisan populer dan tradisi lisan keluarga menyebut ia ikut dalam operasi yang berujung pada penangkapan Pangeran Diponegoro pada 1830. Namun, hingga kini belum ditemukan arsip primer pemerintah Hindia Belanda yang secara eksplisit menyebut Benjamin Thomas Sigar sebagai tokoh yang menangkap Diponegoro. Dokumen resmi mengenai penangkapan Diponegoro di Magelang maupun laporan Jenderal Hendrik Merkus de Kock tidak mencantumkan nama Benjamin sebagai pelaku penangkapan secara langsung. Karena itu, sejumlah sejarawan menilai klaim tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui penelitian arsip kolonial Belanda maupun dokumen militer yang belum banyak dikaji. Selain kiprahnya di bidang militer, Benjamin juga dikenal sebagai salah satu elite lokal Minahasa yang berperan dalam transisi pemerintahan tradisional menuju sistem administrasi kolonial.
Lamine Yamal Berdoa setelah Mengalahkan Argentina Setelah peluit panjang dibunyikan, keributan sempat pecah di antara pemain kedua tim kesebelasan, namun, winger Spanyol Lamine Yamal memilih tidak terlibat dalam insiden tersebut. Di tengah suasana panas, Yamal justru menepi dan berlutut untuk memanjatkan doa dan rasa syukur. Ia melakukan hal itu tak lama setelah Spanyol memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina dan meraih gelar juara dunia. Momen tersebut pun menjadi sorotan di media sosial. Banyak warganet memuji sikap Yamal yang memilih menenangkan diri dan bersyukur daripada terlibat dalam keributan pascapertandingan. #sport #football #lamine #yamal
Pemerintah Belanda akhirnya mengakui dan meminta maaf atas perlakuan yang dianggap tidak adil terhadap ribuan tentara Maluku yang pernah bertugas di pasukan kolonial Belanda, yaitu Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL). Sebelum Indonesia merdeka, banyak orang Maluku menjadi tentara KNIL dan bertugas membantu pemerintahan kolonial Belanda. Setelah Indonesia merdeka Belanda membawa sekitar 12.500 tentara Maluku beserta keluarganya ke Belanda pada tahun 1951. Mereka diberi kesan bahwa kepindahan itu hanya sementara sampai situasi politik membaik. Sesampainya di Belanda, para tentara tersebut justru diberhentikan dari dinas militer. Mereka kehilangan pekerjaan, dilarang bekerja dalam beberapa periode, dan ditempatkan di kamp-kamp penampungan sementara, termasuk kamp bekas perang Westerbork. Banyak keluarga eks tentara KNIL Maluku merasa diperlakukan secara tidak manusiawi dan ditinggalkan setelah sebelumnya setia kepada Belanda. Permintaan maaf resmi Pemerintahan Belanda disampaikan Pada 21 Juni 2026, melalui Perdana Menteri Belanda, Rob Jetten. Ia menyebut perlakuan pemerintah saat itu sebagai tindakan yang "kejam dan tidak terhormat". Permintaan maaf tersebut disampaikan saat peresmian monumen nasional di Rotterdam. Permintaan maaf ini merupakan pengakuan bahwa pemerintah Belanda telah memperlakukan para mantan tentara Maluku dan keluarganya secara tidak adil setelah mereka membantu Belanda pada masa kolonial. Langkah tersebut juga merupakan upaya rekonsiliasi dan penghormatan terhadap komunitas Maluku di Belanda yang selama puluhan tahun menuntut pengakuan atas penderitaan mereka.
Fachrul Razi Tolak Draf Revisi UUPA, Sebut Berpotensi Pangkas Kewenangan Otonomi Khusus Aceh BANDA ACEH – Pendiri International Institute for Aceh Studies sekaligus mantan anggota DPD RI periode 2014–2024, Dr. H. Fachrul Razi, M.I.P., M.Si., M.H., M.I.Kom., menolak draf revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) yang saat ini sedang dibahas. Menurutnya, sejumlah substansi dalam draf tersebut berpotensi mengurangi kewenangan otonomi khusus yang selama ini dimiliki Aceh. Fachrul menilai revisi UUPA seharusnya memperkuat implementasi Nota Kesepahaman Helsinki (MoU Helsinki) sebagai dasar penyelenggaraan pemerintahan Aceh, bukan justru menarik kembali kewenangan strategis ke Pemerintah Pusat. Ia mengkritik kebijakan yang dinilai membatasi ruang Aceh dalam mengelola sumber daya alam (SDA). Menurutnya, pengelolaan SDA merupakan bagian penting dari semangat otonomi khusus yang diperjuangkan dalam proses perdamaian Aceh. "Revisi UUPA seharusnya mengembalikan prinsip-prinsip MoU Helsinki sebagai fondasi utama, bukan mempersempit kewenangan Aceh dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya," ujar Fachrul dalam keterangan yang disampaikan melalui infografis. Selain itu, ia mengingatkan bahwa pengurangan hak ekonomi dan kewenangan daerah dapat memunculkan ketidakpercayaan masyarakat Aceh terhadap Pemerintah Pusat. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi mengganggu stabilitas hubungan antara Aceh dan Jakarta yang selama ini dibangun melalui proses perdamaian. Dalam penolakannya, Fachrul juga menyoroti tiga hal yang disebutnya sebagai "kebohongan politik baru" terhadap Aceh dalam draf revisi UUPA. Pertama, ia menilai terdapat ilusi otonomi khusus, di mana kekhususan Aceh hanya dipertahankan pada aspek simbolik, sementara kewenangan fiskal dan pengelolaan sumber daya alam justru semakin dikendalikan oleh Pemerintah Pusat. Kedua, ia menyoroti adanya kecenderungan menuju hipersentralisasi (hyper-centralism) yang dianggap bertentangan dengan semangat otonomi asimetris yang selama ini menjadi kekhususan Aceh. Menurutnya, revisi tersebut berpotensi membuat kebijaka. @lidig.aceh @terasliterasiaceh
Daftar tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah! KKejagung resmi tetapkan Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing sebagai tersangka baru di kasus tersebut. “Setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi, saudara GHS, dan berdasarkan dua alat bukti yang ada, maka tim penyidik menetapkan saudara GHS selaku pihak swasta sebagai tersangka dalam perkara dimaksud,” kata Dirdik Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, kepada wartawan di Kejagung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah atau Abu Doto meninggal dunia pada Sabtu, 13 Juni 2026. Beliau menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zainoel Abidin, Banda Aceh. "Innalillahi wa innailaihi raji'un, doktor Zaini Abdullah telah meninggal dunia di ICU 2 sekira pukul 12.24 WIB," kata Muzakir Abdul Hamid selaku asisten Abu Doto kepada media. Abu Doto, kata dia, telah menjalani perawatan medis di RSUDZA sejak 4 Juni 2026. Meski belakangan sempat menjalani perawatan jalan, akan tetapi mantan Gubernur Aceh itu kembali mendatangi rumah sakit pada Sabtu, sekira sekira pukul 02.30 WIB. "Memang beliau sudah berumur dan ada beberapa penyakit komplikasi," ujarnya. Rencananya jenazah Abu Doto akan dimakamkan di Beureunuen, Pidie.
Mahasiswi Indonesia di Harvard Graduate School of Education (HGSE), Allegra Jade Dreanda Isdar, membagikan hasil penelitiannya tentang pendidikan di Papua saat pidato wisuda Harvard 2026. Allegra mengungkap bahwa timnya awalnya mengira rendahnya kehadiran guru dapat diatasi melalui sistem pemantauan dan insentif berbasis aplikasi. Namun setelah mendalami kondisi di lapangan, ia menyadari akar masalahnya berbeda. Menurut Allegra, banyak guru di wilayah Papua bukan tidak mau mengajar, melainkan menghadapi kesulitan untuk mencapai sekolah akibat keterbatasan akses dan kondisi geografis. Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa solusi yang tepat hanya dapat ditemukan dengan memahami langsung kondisi yang dihadapi masyarakat, bukan sekadar melihat masalah dari kejauhan.
Sumber : Harvard Graduate School of Education (HGSE) #Harvard #Papua #PendidikanIndonesia #GuruIndonesia #medialiterasi
ACEH UTARA – Lima santri putra Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha akan mewakili Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Aceh Utara pada Jambore Gerakan Pramuka Tingkat Nasional 2026.