Home / BERITA

Kamis, 4 Agustus 2022 - 18:46 WIB

Heboh Penempatan Guru Lulus PG Tidak Sesuai Dengan Pilihan, Ini Penjelasan Kemendikbudristek

Sesditjen GTK Kemendikbudristek Nunuk Suryani. Foto: Tangkapan layar

INDONESIA – Beredarnya daftar nama dan penempatan guru lulus passing grade (PG) hasil seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun lalu, membuat honorer heboh. Pasalnya Penempatan tidak sesuai dengan pilihan. Sejumlah kejanggalan lainnya juga dapat ditemukan seperti tidak adanya Info resmi di laman sscasn.bkn.go.id.

Melansir JPNN, Ketum Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI) Heti Kustrianingsih mengaku terkejut melihat data-datanya. Dia menyebutkan banyak yang berpikir data itu valid 99 persen karena disertai NIK dan nama sekolah penempatan. Heti sendiri terlempar di daerah Cigeulis, Pandeglang, padahal dia di Kota Cilegon.

“Ini data Kemendikbudristek bocorkah. Kok, ada nama-nama dan penempatan guru lulus PG, ya,” ungkap Heti kepada media, Kamis (04/08/2022)

Baca Juga  Hardiknas 2026: Keteladanan sebagai Sumber Wibawa Guru

Heti mengaku merasa heran, karena sepengetahuan nya kuota yang butuhkan di Kota Cilegon sebanyak 600-an, sedangkan yang lulus PG sebanyak 221 orang, dan Ironisnya, malah ada yang terlempar ke Kabupaten Cirebon, Mamasa, Yahukimo, Buru, dan Sumba Timur.

“Ini datanya kok lengkap banget ya, ada NIK, tempat tanggal lahir, jumlah guru lulus PG. Apakah valid?” tanya dia.

Kalau benar valid, Heti melanjutkan berarti tidak ada kesesuaian antara kuota dan formasi.

Menurut dia, Kota Cilegon menyediakan kuota lebih, tetapi guru lulus PG malah terlempar jauh.

Ketum DPP Forum Honorer Non Kategori Dua Indonesia (FHNK2I) Raden Sutopo Yuwono mengungkapkan bagaimana kegelisahan para guru lulus PG atas beredarnya data tersebut.

Baca Juga  Haidar Alwi: Tarif Impor 32% Bukan Bencana, Tapi Filter Strategis

Ada yang gembira karena ditempatkan di sekolah induk atau terdekat. Namun, banyak yang sedih karena daerah penempatannya jauh lintas daerah.

“Mudah-mudahan ada informasi Kemendikbudristek resmi soal data tersebut, apakah valid atau tidak,” ucap Sutopo.

Dihubungi terpisah Sekretaris Ditjen Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek Nunuk Suryani memberikan klarifikasi soal data tersebut. Dirinya juga membantah kalau data Kemendikbudristek bocor.

“Itu data dari mana ya? Itu bukan dari Kemendikbudristek,” imbuh Nunuk.

Lebih lanjut Nunuk menegaskan data tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya dan bukan produk Kemendikbudristek.

“Saya enggak tahu itu valid atau enggak karena bukan data Kemendikbudristek itu,” tutup Nunuk.

Reporter : Ek | Photo : jpnn | Editor : Endang

Share :

Baca Juga

BERITA

Polda Metro Jaya Kerahkan 4.131 Personel untuk Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta

BERITA

Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan Narkoba Rp235 Miliar di Bakauheni, 24 Tersangka Ditangkap

BERANDA

Drama Toronto! Gol Menit Akhir Caleb Yirenkyi Tumbangkan Panama, Ghana Raih 3 Poin Pertama Piala Dunia

ACEH

Bismillah Menjadi KM Nol Islam: Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Peradaban Peureulak di Haul Sultan ke-1224

BERANDA

Diaspora Aceh: Dari Pengungsi Konflik hingga Akademisi Dunia, Mengapa Mereka Merantau?

BERANDA

Diskualifikasi Uriarte Guncang Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Untung, Tapi FIM Steward Dinilai Telat & Tak Transparan

ACEH

Ulama Aceh Timur Desak Mahkamah Syar’iyah Terapkan Syariat Kaaffah: Mediasi, Wali, Iddah dan Nasab Jadi Kunci

BERANDA

Prediksi Portugal vs RD Kongo 18 Juni: Ronaldo Cs Diunggulkan Raih 3 Poin Perdana Grup K Piala Dunia 2026