Home / BERITA

Sabtu, 9 April 2022 - 10:38 WIB

Harga Minyak Dunia Terkoreksi, PPP Minta Pemerintah Harga Pertamax Diturunkan

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PPP Anwar Idris meminta pemerintah untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, mengingat harga minyak dunia kembali terkoreksi atau mengalami penurunan.

Menurutnya, Pemerintah harus mengambil sikap terkait penurunan harga minyak mentah dunia. Hal ini karena akan berpengaruh terhadap harga keekonomian BBM nasional.

“Kebijakan pemerintah menaikkan pertamax muncul kerena pertimbangan kenaikan harga minyak dunia, sedangkan harga minyak dunia saat ini kembali turun,” ungkap Anwar, Sabtu (9/4/2022).

Baca Juga  Anggota DPRK Gayo Lues Minta Segera Diperbaiki Jika Tidak Sesuai RAB 

Anwar meminta pemerintah konsisten dalam menjalankan kebijakan, jika harga minyak dunia turun, maka harga Pertamax seharusnya juga diturunkan.

“Saat ini, harga pertamax memang diserahkan kepada mekanisme pasar global, setiap ada kenaikan harga minyak dunia, maka harga pertamax disesuaikan, dan jika ada penurunan maka juga disesuaikan,” bebernya.

Lanjut dia, akibat kenaikan harga pertamax, terjadi peningkatan permintaan BBM dengan nilai oktan di bawahnya yaitu pertalite yang memicu kekurangan stok di sejumlah SPBU.

“Langkanya Pertalite disebut-sebut karena konsumsi masyarakat yang awalnya Pertamax banyak beralih ke pertalite. Bahkan dikabarkan sejumlah SPBU juga melaporkan pengiriman Pertalite berkurang sejak harga Pertamax naik,” jelas Anwar.

Baca Juga 

Selain itu, Politisi asal Aceh ini meminta pemerintah agar memastikan ketersediaan minyak goreng (migor) di pasaran, dengan harga dapat dijangkau dan dapat diakses masyarakat.

“Pemerintah harus memastikan semua itu. Ketersedian dan harga migor harus terjangkau, supaya masyarakat dapat membeli dan dapat memenuhi kebutuhannya,” tegas Anwar.

Kontributor : Ali Kuba | Photo : (Ist)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Prediksi Maroko vs Haiti 24 Juni 2026: Atlas Lions Wajib Menang, Peluang Lolos 32 Besar Hampir Pasti

ACEH

Tegakkan Hukum, Kejari Aceh Tenggara Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Jembatan Rp9,9 Miliar

OPINI

Jejak Digital Tak Pernah Lupa: Mengapa Etika Bermedia Sosial Semakin Penting

BERANDA

Dorong Perang Total, Pernyataan Ben-Gvir Tuai Kritik: Israel Lebih Pilih Konflik Ketimbang Damai

BERANDA

Dua Dekade Setelah Tsunami, Solidaritas Pembaca Kompas Kembali Bangun Sekolah di Aceh Timur

ACEH

Bustami Nahkodai PGRI Aceh Timur 2024–2029, Komitmen Tingkatkan Profesionalisme Guru

ACEH

Perjuangan Pembaca Kompas Wujud: SDN Teumpeun Aceh Timur Dibangun Ulang Pasca Banjir 2025

ACEH

Kompas Bangun Kembali SDN Teumpeun, Bupati Al-Farlaky: Investasi Masa Depan Generasi