Home / BERITA / KESEHATAN

Minggu, 26 November 2023 - 09:52 WIB

Halim Korlap Aksi; Akan Kita Kepung Puskesmas Batang-Batang Demi Kemanusiaan

Foto

Foto

Foto. Flyer aksi Garda Raya yang Viral mengajak Seluruh Elemen Turun jalan Menyerukan Perlawanan

SUMENEP, MediaLiterasi.id —- Gerakan Pemuda Timur Daya (Garda Raya) menyerukan mosi tidak percaya terhadap pernyataan dan Pelayanan Kepala Puskesmas Batang-Batang yang menepis dugaan malapraktik oknum bidan hingga menyebabkan bayi meninggal pada Senin, 20 November lalu. 

Komandan Perang Garda Raya Abd. Halim mengatakan, pihaknya sangat prihatin atas musibah yang menimpa Rumnaini dan Aziz, kedua orang tua bayi meninggal asal Dusun Mojung, Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang.

Sehingganya, dalam flyer tersebut pihaknya menyerukan Mosi Tidak Percaya hingga Tagline Truth and justice (Kebenaran dan Keadilan) sebagai semangat perlawan dan perang bersejarah di Batang-batang.

Pasangan suami-istri itu harus kehilangan anak keduanya setelah diduga jadi korban malapraktik oknum bidan Puskesmas Batang-Batang dalam prosedur Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

“Kami merasa tidak cukup hanya ikut berbelasungkawa, namun kami juga tergerak untuk memberikan dukungan melalui aksi solidaritas terhadap keluarga korban yang meminta keadilan untuk anaknya,” kata Abd. Halim, Sabtu, 25 November 2023.

Garda Raya sangat mendukung tuntutan keluarga korban yang meminta tanggung jawab dan keadilan atas kematian bayi bernama Adelia Aziz Bella Negara, yang diduga jadi korban malapraktik di Puskesmas Batang-Batang melalui Meja Hukum.

Bagaimanapun, pihak Puskesmas Batang-Batang tidak bisa begitu saja menepis dugaan malapraktik, dengan menjadikan program pemerintah sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan tahun 2022 sebagai tameng.

“Kepala Puskesmas Batang-Batang boleh menepis dugaan malapraktik itu, tapi bukan dengan alasan SE saja dan mengaku praktik SHK sudah sesuai prosedur bahkan yang memeriksa bidan Senior, ” ujar Halim.

Jika memang dugaan malapraktik dalam prosedur SHK itu sudah benar, Garda Raya menantang pihak Puskesmas Batang-Batang untuk melakukan pembuktian secara medis.

Baca Juga  Garda Raya Warning Bupati Sumenep Terkait Kematian Bayi di Puskesmas Batang-batang

Pasalnya, berbagai gejala yang terjadi pada bayi Adelia pasca pengambilan darah di tumit (heel prick test) menunjukkan dugaan kuat telah terjadi malapraktik dalam prosedur SHK itu.

“Sangat jelas sekali bayi Rumnaini dan Aziz menangis kesakitan tak lama setelah mendapatkan prosedur SHK oleh oknum bidan Puskesmas Batang-Batang. Bahkan jelas sekali warna lebam membiru pada bekas pengambilan darah di tumit bayi tersebut,” tegas Halim.

Karena itu, wajar manakala keluarga korban tidak percaya jika Kepala Puskesmas Batang-Batang menyatakan tak ada malapraktik yang menjadi penyebab awal datangnya penyakit lain pada bayi Adelia, yang diduga menyebabkan kematian.

Apalagi, bayi yang lahir tanggal 15 November lalu itu dinyatakan sehat dan tidak ada gejala apapun oleh pihak Puskesmas Batang-Batang hingga mendapatkan prosedur SHK.

“Kepala Puskesmas Batang-Batang sama sekali tak memperhatikan atau mungkin tidak tahu bahwa sebelum dirujuk ke RSI Kalianget dan dinyatakan mengalami infeksi Pneumonia (Radang Paru-paru), bayi Adelia tak henti-henti menjerit kesakitan dengan mengangkat-angkat kaki yang diambil darahnya,” tutur Halim.

Untuk itu, Garda Raya menyarankan agar pihak Puskesmas Batang-Batang maupun Dinas Kesehatan tak gampang mengeluarkan pernyataan hanya demi menepis dugaan tanpa pembuktian, apalagi mencari pembenaran.

Baca Juga  Dewan Pers Kecam Perlakuan Merendahkan Profesi Wartawan di Konferensi Pers

Jangan sampai keluarga korban yang tengah diselimuti duka mendalam semakin terluka atas sikap dan tindakan Puskesmas Batang-Batang.

“Kami mengerti kalian adalah pejabat yang lazimnya selalu formal dan kaku, tapi jangan karena alasan formal itu sampai semakin menyakiti keluarga korban,” pinta Halim.

Tak hanya memberikan dukungan moral secara verbal, dalam waktu dekat Garda Raya berencana melakukan aksi solidaritas untuk mendukung tuntutan keluarga bayi Adelia Aziz Bella Negara.

Bahkan, Garda Raya mengajak masyarakat melakukan mosi tidak percaya terhadap klarifikasi yang dilakukan Puskesmas Batang-Batang maupun Dinas Kesehatan.

“Kami mengundang para pemuda dan masyarakat untuk turun jalan meminta keadilan dan penegakan hukum terhadap Kepala Puskesmas dan oknum bidan senior Puskesmas Batang-Batang,” ajak Halim.

Share :

Baca Juga

ACEH

Dari Warkop ke Kelas: MGMP Pendidikan Pancasila SMK Banda Aceh Dorong Guru Ajar dengan Hati

BERITA

PT PIM Luncurkan Program Kampung Mangga, 600 Bibit Kiojay Dibagikan kepada Warga Paloh Lada

ACEH

Hardikda 2026 Di Aceh Timur Khidmat  Bupati Al- Farlaky Galakkan Gerakan Guru Tanam 10.000 Pohon

BERITA

Xi Jinping Dekati Mesir di Tengah Gejolak Timur Tengah, China Perluas Pengaruh dan Tantang Dominasi AS

BERITA

Gunung Sinabung Naik Level III, 615 Warga Dievakuasi: Zona Bahaya Diperluas

BERITA

Pemerintah Buka Jalan bagi Rokok Ilegal Masuk Jalur Legal, Tolak Aturan Siap Diberantas

ACEH

55 Titik Panas Terdeteksi di Aceh, Seluruh Jalur Pendakian Gunung Leuser Ditutup

ACEH

129,5 Hektare Sawah di Aceh Timur Diserang Tikus, Distara Salurkan Pestisida