MEDIALITERASI.ID | REDELONG – Aktivitas Gunung Api Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah meningkat dari status Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) pada Selasa malam, 30 Desember 2025. Menyusul peningkatan status tersebut, warga dari empat desa yang berada di zona rawan terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Evakuasi dilakukan terhadap warga yang bermukim dalam radius dua kilometer dari puncak Gunung Burni Telong. Adapun desa yang terdampak yakni Desa Pantan Pediangan, Desa Rembune, Desa Bandar Lampahan, dan Desa Damaran Baru.
Polres Bener Meriah bersama Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh bergerak cepat melakukan evakuasi warga dari wilayah rawan guna mencegah terjadinya korban jiwa akibat potensi bahaya peningkatan aktivitas gunung api tersebut.
Pada Rabu, 31 Desember 2025, Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., mendampingi Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi. Penyaluran bantuan berlangsung di lokasi pengungsian yang berada di Kampus Universitas Syiah Kuala, Desa Mekar Ayu, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh secara simbolis menyerahkan bantuan berupa paket sembako, selimut, serta mainan anak-anak guna membantu memenuhi kebutuhan dasar pengungsi dan memberikan dukungan psikologis, khususnya kepada anak-anak.
Selain menyerahkan bantuan, Kapolda Aceh dan Kapolres Bener Meriah juga menyempatkan diri berdialog dengan para pengungsi untuk mendengarkan keluhan serta memberikan semangat dan penguatan moril agar masyarakat tetap tabah menghadapi situasi bencana.
Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto menyampaikan bahwa kehadiran Polri di lokasi pengungsian merupakan bentuk komitmen institusinya dalam melindungi dan melayani masyarakat, terutama pada saat terjadi bencana.
“Polri akan terus mendampingi masyarakat terdampak, memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, serta memberikan dukungan moril hingga situasi dinyatakan aman dan kondusif,” ujarnya.
Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan perkembangan aktivitas Gunung Burni Telong serta kesiapsiagaan penanganan pengungsi di wilayah Kabupaten Bener Meriah. (EQ)







