Home / BERANDA / BERITA / OPINI

Jumat, 31 Mei 2024 - 02:50 WIB

GIGIH MELAWAN REZIM DIRTY

GIGIH MELAWAN REZIM KOTOR

oleh M Rizal Fadillah*

ALIANSI Penegak Demokrasi Indonesia (APDI) diketuai oleh Ir. Akhmad Syarbini yang juga Ketua Ikatan Alumni ITB berkolaborasi dengan PSKN FH Unpad dan BEM Kema Unpad menyelenggarakan Nonton Bareng dan Diskusi film dokumenter “Pemilu Kotor”. Film itu mengkritisi penyelenggaraan Pilpres yang dinilai curang mulai dari cawe-cawe Jokowi, Sirekap, hingga Putusan MK yang meloloskan Gibran menjadi Cawapres pasangan Prabowo Subianto.

Nampaknya film tersebut, meski berbeda Produser dan Sutradara, namun terkait dengan film Dokumenter terdahulu yaitu “Dirty Vote”. Jika “Dirty Vote” merupakan tayangan sebelum Pilpres yang ditengarai kotor atau curang, maka pada “Dirty Election” terpetakan pembuktian atau realisasi kinerja selama Pilpres termasuk penghitungannya. Kecurangan itu dikualifikasikan sebagai kejahatan.

Acara diawali penjelasan Akhmad Akhyar, ST alumni Teknik Mesin ITB tentang alur cerita. Bagian pertama adalah Analogi Kecurangan, Pencarian Integritas, Kemenangan Mahkamah, Beban Pembuktian, Putusan 90, Sirekap dan Amicus Curiae Brief. Bagian kedua Anomali Pemilu dari Sisi Hukum (Bansos, Nepotisme) dan Sistem Informasi (Footprint Perubahan, Integritas Diri, Metadata, Pola Statis).

Baca Juga  UMMAH Jalin MoU dengan Universitas Muhammadiyah Klaten

Diskusi untuk tayangan bagian pertama diantarkan oleh nara sumber DR. Mei Susanto, SH MH (Pakar HTN Unpad), DR KRMT Roy Suryo (Pakar IT dan Telematika), Ridho Anwari Aripin (Ketua BEM Unpad) dan Ir. Hairul Anas Suaidi (Pakar IT).

Perbincangan tajam berkisar pada kondisi TSM Pilpres, hukum yang tidak berbasis etik dan moral, serta penggunaan alat bantu komunikasi IT yang merusak kejujuran dan keluhuran demokrasi.

Di sisi lain mahasiswa bertekad untuk terus melawan rezim kezaliman.

Setelah usai tayangan film kedua, diskusi pembahasan dan pendalaman diantarkan oleh nara sumber DR. Ir. Leony Lidya (Pakar IT ITB), Petrus Selestianus, SH (Advokat TPDI), Mr.Ted Hilbert (YAKIN) dan HM Rizal Fadillah, SH (Aktivis Alumni Unpad). Di samping bahasan kejahatan Pilpres dengan modus Sirekap, diskusi hangat mengungkap Putusan MK yang dinilai penuh rekayasa. Presiden, MK dan KPU berkolaborasi untuk memenangkan Pasangan 02 dengan cara curang.

Baca Juga  Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Mendukung Penyelenggaraan Hari Pers Nasional 2023

Peserta yang hadir dalam “Nobar” dan “Diskusi” di Gedung Bale Rumawat Unpad Jl. Dipati Ukur tanggal 30 Mei 2024 bertekad untuk terus berjuang melawan ketidakadilan dan ketidakadilan.

Lagu mars “Totalitas Perjuangan” yang dinyanyikan pada awal acara memecut dan mendorong pelajar untuk terus turun ke jalan membela kepentingan rakyat :

 

Kepada para siswa

Yang merindukan kejayaan

Kepada rakyat yang kebingungan

Di persimpangan jalan

 

Kepada pewaris peradaban

Yang telah menggoreskan

Sebuah catatan kebanggaan

Di lembar sejarah manusia

 

Wahai kalian yang rindu kemenangan

Wahai kalian yang turun ke jalan

Demi mempersembahkan jiwa dan raga

Untuk negeri tercinta

 

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 31 Mei 2024

Redaktur: Ayahdidien

Share :

Baca Juga

BERITA

Diduga Peras dan Intimidasi Warga, Dua Orang Diamankan Polisi di Karawaci

ACEH

Bupati Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026, Kepala Daerah Populer Penanganan Bencana di Wilayah Terisolir

BERANDA

Mensos Ungkap Penyebab Desil DTSEN Melonjak dan Tegaskan Bansos Tak Langsung Dicoret

BERITA

CISAH: Perlu Kajian Ulang Hari Lahir Aceh Utara

ACEH

Drama Adu Penalti! Medco E&P Malaka Sikat Editor FC, Jadi Raja Migas Cup 2026

ACEH

JF FC Aceh Utara Juara KPA Cup I Simpang Ulim 2026, Bupati Aceh Timur Serahkan Piala

BERANDA

7 Ciri Orang yang Sering Berbicara Sendiri Saat Sendiri, Ternyata Tanda Otak Bekerja Aktif
Menuju PTKIS Unggul, UIA Dorong Dosen Tingkatkan Riset dan Studi Lanjut

BERITA

Akselerasi Standar Mutu, Rektor UIA Imbau Dosen Perkuat Riset dan Pengabdian