Home / MANACANEGARA / RUBRIK

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:24 WIB

FGD Soroti Celah Kebijakan dan Risiko Keamanan dalam Penanganan Pengungsi Rohingya di Aceh


MEDIALITERASI.ID
| BANDA ACEH — Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan akademisi, aparat keamanan, peneliti, media, dan pemangku kepentingan lainnya menyoroti kompleksitas penanganan pengungsi Rohingya di Aceh, mulai dari celah kebijakan, risiko keamanan, hingga perlindungan kemanusiaan, khususnya terhadap perempuan dan kelompok rentan.

FGD tersebut merupakan bagian dari penelitian kolaboratif bertajuk Rohingyan Community Development: Assessing Policy and Protections Gaps, and Gendered Risk amidst Sovereignty Dilemma and Security Issues in Aceh Camps. Kegiatan berlangsung di Aula Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Jumat (30/1/2026).

Diskusi mengangkat tema Quo Vadis Masa Depan Komunitas Pengungsi Rohingya di Aceh: Keamanan Manusia, Risiko Kekerasan Gender, Dilema Kedaulatan, dan Eskalasi Kekerasan di Bangladesh dan Myanmar. Para peserta menilai isu pengungsi Rohingya tidak hanya berkaitan dengan aspek kemanusiaan, tetapi juga beririsan dengan stabilitas sosial, keamanan wilayah, serta kebijakan kedaulatan negara.

Dekan Fakultas Hukum USK, Prof. Ilyas, menegaskan bahwa penanganan pengungsi Rohingya membutuhkan pendekatan menyeluruh dan lintas sektor. Menurutnya, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan aparat keamanan diperlukan agar kebijakan yang diambil tetap responsif terhadap kebutuhan kemanusiaan tanpa mengabaikan kepentingan kedaulatan negara.

Baca Juga  Prediksi Portugal vs RD Kongo 18 Juni: Ronaldo Cs Diunggulkan Raih 3 Poin Perdana Grup K Piala Dunia 2026

Perwakilan International Center for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), Sophia, menekankan pentingnya penyelarasan regulasi nasional dengan standar hak asasi manusia internasional. Ia menyebut kebijakan penanganan pengungsi harus berbasis data ilmiah serta melibatkan partisipasi masyarakat lokal.

Dari sisi keamanan, perwakilan Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) menyoroti tantangan pengawasan perbatasan laut serta potensi aktivitas ilegal di sekitar lokasi pengungsian. Komandan Kodim Aceh Utara, Letkol Inf. Jamal D. Arifin, menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Serambi Aceh, Ali Bukhari, menilai media memiliki peran penting dalam membangun narasi yang objektif dan berimbang terkait isu pengungsi. Ia menegaskan pemberitaan yang adil dan manusiawi diperlukan untuk mencegah munculnya stigma sosial di masyarakat.

Baca Juga  Pecah Telur! Hakim Danish Podium 3 Moto3 Italia, Pembalap Malaysia Pertama Naik Podium GP Sejak 2016

Masukan teknis juga disampaikan peneliti Pusat Riset Ilmu Kepolisian (PRIK) serta perwakilan Pangkalan TNI AL (Lanal) Sabang, terutama terkait koordinasi logistik dan operasional lapangan. Mereka menekankan pentingnya peran lembaga maritim dalam mengantisipasi risiko keamanan akibat mobilitas pengungsi lintas perairan.

FGD ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain unsur Fakultas Hukum USK, media, lembaga keamanan, peneliti lintas lembaga, serta perwakilan institusi maritim dan pemerintah.

Hasil diskusi akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah, kementerian terkait, serta lembaga internasional. Tim peneliti juga berencana melanjutkan riset lanjutan yang berfokus pada penguatan kapasitas lokal dalam penanganan pengungsi.

Mitra peneliti lokal dari Universitas Malikussaleh, Hidayatsyah, menyatakan kolaborasi riset diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan pengungsi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi kemanusiaan internasional.

FGD tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan koordinasi lintas sektor dalam merespons isu pengungsi Rohingya secara berkelanjutan, dengan menyeimbangkan aspek kemanusiaan, keamanan, dan kepentingan nasional. (JA)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Di Usia 40 Tahun, Kiper Cape Verde Vozinha Raih Kontrak Terbesar Karier Bersama Colo-Colo

BERANDA

Dua Warga Aceh Didakwa Selundup 147 Kg Sabu di Perairan Pulau Pinang, Terancam Hukuman Mati

ACEH

Percepat Huntap Korban Banjir, Bupati Al-Farlaky Targetkan Pembebasan Lahan 6 Hektare di Serba Jadi Segera Tuntas

BERANDA

Presiden Iran Nyatakan “Perang Skala Penuh” dengan AS, Ekonomi Jadi Medan Utama

BERANDA

Putera Arab Saudi Meninggal di Hotel London Akibat Campuran Alkohol dan Narkoba

BERANDA

Resmi? FIFA Disebut Setujui Piala Dunia 2030 Diperluas Jadi 64 Tim

BERANDA

Samuel L. Jackson Unggah Pesan Kontroversial Sebut Argentina Negara Paling Rasis Jelang Final Piala Dunia

ACEH

Jembatan di Jambo Lubok Aceh Timur Rusak Parah, Akses Sekolah dan Ibadah Warga Terancam