Home / BERITA / EDUKASI

Kamis, 18 Januari 2024 - 13:48 WIB

Fakta Foundation Tingkatkan Kesadaran Kritis Pemuda Dan Mahasiswa Terhadap Isu-isu Publik

SUMENEP, MediaLiterasi.Id Fakta Foundation bekerjasama dengan LAKPESDAM PCNU Sumenep menggelar pendidikan kritis yang dikemas dengan Sekolah Gerakan yang meliputi Mahasiswa dan Pemuda di Kabupaten Sumenep Kamis, (18/01/24).

Kegiatan tersebut, dilaksanakan selama tiga hari terhitung sejak dari tanggal Kamis, 18 Januari sampai Ahad, 21 Januari 2024 bertempat di Fatimah Internasional Elementary School.

Untuk diketahui, hasil pengamatan dari proses penyusunan kebijakan anggaran di Kabupaten Sumenep belum sepenuhnya bersifat partisipatif dan menjamin terwujudnya anggaran yang pro rakyat miskin dan desa tertinggal.

Presiden Fakta Fondation Nur Hayat menyatakan, bahwa realitas kebijakan penganggaran kita masih memihak “kelompok elit”. Hal ini bisa ditemukan mulai dari fase perencanaan, penyusunan, implementasi sampai monitoring dan evaluasi.

“Kurangnya pemerintah terhadap keterbukaan informasi terkait dokumen anggaran terhadap publik, ada hanya sebatas papan informasi umum,
Bahkan dimedia sosial tidak dilakukan update infomasi terkait dokumen anggaran secara menyeluruh” tuturnya.

Tokoh Pemuda Sumenep itu menambahkan, terkait tujuan dari adanya sekolah gerakan tersebut ialah untuk meningkatkan kesadaran kritis pemuda dan mahasiswa terhadap isu-isu publik yang berkaitan dengan anggaran, investigasi, media, dan opini publik, serta advokasi.

“Agar pemahaman masyarakat lebih luas terkait fungsi APBD secara baik. Lebih-lebih untuk menggeser cara-cara pemerintah yang selama ini terkesan tertutup soal anggaran dan realisasinya,” paparnya.

Berbeda dari hal tersebut, Sekretaris Lakpesdam PCNU Nurus Syamsi mengungkapkan, dirinya menginginkan teman teman bisa memiliki kemampuan terkait advokasi kebijakan publik, tentu hal ini di dukung oleh bagaimana bisa menguasai media sosial, dan tentu juga dibutuhkan teman-teman bisa mengetahu teori-teorinya opini publik.

“Hasil dari materi ini, kita akan melakukan follow up untuk merancang gerakan media dan opini publik,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

BERANDA

Prediksi Maroko vs Haiti 24 Juni 2026: Atlas Lions Wajib Menang, Peluang Lolos 32 Besar Hampir Pasti

ACEH

Tegakkan Hukum, Kejari Aceh Tenggara Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Jembatan Rp9,9 Miliar

OPINI

Jejak Digital Tak Pernah Lupa: Mengapa Etika Bermedia Sosial Semakin Penting

EDUKASI

Kuliah S2 Tanpa Tinggalkan Pekerjaan: Solusi Pendidikan Fleksibel di Era Modern

BERANDA

Dorong Perang Total, Pernyataan Ben-Gvir Tuai Kritik: Israel Lebih Pilih Konflik Ketimbang Damai

BERANDA

Dua Dekade Setelah Tsunami, Solidaritas Pembaca Kompas Kembali Bangun Sekolah di Aceh Timur

ACEH

Bustami Nahkodai PGRI Aceh Timur 2024–2029, Komitmen Tingkatkan Profesionalisme Guru

ACEH

Perjuangan Pembaca Kompas Wujud: SDN Teumpeun Aceh Timur Dibangun Ulang Pasca Banjir 2025