Home / BERITA

Senin, 27 Oktober 2025 - 21:16 WIB

Dispusip Aceh Barat Gelar Bimtek Membaca Nyaring, Undang Forum TBM Provinsi Aceh

MEDIALITERASI. ID | MEULABOH – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Aceh Barat sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring selama tiga hari, 22–24 Oktober 2025, di Meulaboh. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari guru PAUD dan SD, masyarakat umum, hingga pustakawan dan pegiat literasi.

Bimtek ini menjadi ruang belajar interaktif bagi peserta untuk memahami pentingnya membaca nyaring (read aloud) sebagai salah satu metode efektif menumbuhkan budaya literasi sejak dini.

Kepala Dispusip Aceh Barat, Drs. Husaini, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat budaya literasi masyarakat.

“Membaca nyaring bukan sekadar metode bercerita, tetapi jembatan untuk menanamkan nilai, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta mempererat hubungan antara anak dan orang tua maupun pendidik. Kami berharap kegiatan ini menginspirasi para guru, pustakawan, dan masyarakat untuk terus menghidupkan semangat membaca,” ujar Husaini.

Salah satu narasumber utama, Mochamad Ariyo Faridh Zidni, menyampaikan materi berjudul Si Jempol—sebuah cerita asal muasal kebiasaan memberi jempol pada anak berperilaku baik.

Baca Juga  Presiden Beri Pengarahan Secara Tertutup Kepada Ratusan Pejabat Polri di Istana Negara

Dalam sesinya, ia menekankan pentingnya menghadirkan ruang diskusi bersama anak setelah membaca cerita.

“Jangan langsung memberi kesimpulan. Biarkan anak berpikir kritis dan menemukan sendiri makna cerita. Itulah proses belajar yang sesungguhnya,” katanya.

Ariyo juga menegaskan bahwa literasi tidak hanya mencakup kemampuan baca tulis, tetapi juga berpikir kritis dan numerik.

“Membaca memperluas kosakata, mengasah kognitif, dan merangsang perkembangan otak anak,” tambahnya.

Para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai cara memperkenalkan kegiatan membaca kepada anak tanpa tekanan atau iming-iming hadiah. Anak, menurut para narasumber, perlu memahami manfaat membaca agar tumbuh minatnya secara alami.

Durasi membaca nyaring disesuaikan dengan usia anak: PAUD dan SD selama 10 menit membaca dan 5 menit diskusi, sedangkan SMP dan SMA maksimal 30 menit.

Materi berikutnya disampaikan oleh Siti Nurhidayah, S.Pd., M.Sc atau Bunda Dayah, seorang trainer membaca nyaring, penulis cerita anak, sekaligus pembina Sekolah Alam Kahfis Aceh. Ia mengulas tentang minat baca masyarakat, tingkatan literasi, serta manfaat membaca nyaring dari sisi neurologis, terutama bagi anak usia 0–5 tahun yang berada pada masa keemasan (golden age).

Baca Juga  Operasi Lilin Seulawah 2024 Resmi Digelar, Polres Aceh Timur Siapkan Satu Pos Pengamanan

Sementara itu, Bunda Rahmiana Rahman, Ketua Pengurus Wilayah Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Aceh sekaligus co-founder Rumah Relawan Remaja (3R), membawakan materi tentang ragam aktivitas membaca dan klasifikasi pembaca berjenjang. Ia juga memperagakan praktik membaca nyaring, mulai dari tahap persiapan hingga penutup.

Narasumber terakhir, Bunda Nita Juniarti, S.Hum, Founder Komunitas Sigupai Membaco, membahas pentingnya Kajian Teks Sederhana (KTS) sebelum melakukan praktik membaca nyaring. Menurutnya, memahami isi buku terlebih dahulu membantu pembaca menyampaikan cerita dengan lebih efektif, baik di sekolah maupun di rumah.

Kegiatan Bimtek Membaca Nyaring ini diharapkan mampu menjadi panduan teknis bagi guru, pustakawan, dan masyarakat dalam menumbuhkan kesadaran berliterasi di Aceh Barat.

Membaca bukan hanya aktivitas pendidikan, tetapi budaya yang perlu dihidupkan di rumah, sekolah, dan komunitas. (Syifa)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK: Apa Syarat Pemakzulan Wapres Menurut Konstitusi?

BERITA

Kunjungan Pasien Capai 150 Orang per Hari, Puskesmas Kuta Makmur Kekurangan Tempat Tidur Rawat Inap

BERANDA

Mendagri Berhentikan Bupati Gowa Sitti Husniah, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Sebagai Plt Bupati

ACEH

RSUD Zubir Mahmud Pastikan Belum Ada Pasien Sesak Napas Akibat Kabut Asap di Aceh Timur

BERITA

Mukhlis Puna Bekali 27 Santri Misbahul Ulum dengan Keterampilan Jurnalistik

ACEH

Perayaan Maulid di Gampong Sagoe Muara Tiga Ricuh, Bendera Aceh Diturunkan Aparat di Area Masjid

ACEH

Waspada! Langit Idi Rayeuk Mulai Berkabut, Asap Tebal dari Palembang dan Jambi Sampai ke Aceh Timur

ACEH

Banjir Luas Landa 9 Kecamatan di Aceh Tamiang, Tanggul Jebol dan Ribuan Warga Mengungsi