Home / BERANDA / BERITA / MANACANEGARA / OLAHRAGA

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:06 WIB

Diskualifikasi Uriarte Guncang Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Untung, Tapi FIM Steward Dinilai Telat & Tak Transparan

Veda Ega Pratama mendapat keuntungan setelah Brian Uriarte didiskualifikasi. Persaingan Moto3 2026 kini semakin ketat memasuki paruh musim.Foto -Ig Brian Uriarte

Medialiterasi.id | Jakarta – Persaingan Moto3 2026 makin panas dan kian politis. Diskualifikasi Brian Uriarte oleh FIM Steward jadi titik balik klasemen. Veda Ega Pratama otomatis diuntungkan, tapi keputusan itu justru memunculkan kritik tajam: kenapa investigasi baru final setelah balapan selesai dan poin sudah dirayakan tim KTM?

Paruh musim Moto3 2026 memang milik duel Veda vs Uriarte. Pembalap muda Indonesia dari Astra Honda Motor konsisten bertarung di grup depan dengan Honda NSF250RW, mengandalkan pengereman dalam dan kecepatan masuk tikungan. Sementara Uriarte, andalan KTM, mengandalkan akselerasi dan top speed di trek lurus.

Karakter balap beda, tontonan seru. Tapi rivalitas itu kini ternoda keputusan steward yang datang terlambat.

Insiden “Dibedah” Setelah Bendera Finish  

Menurut narasi paddock, insiden yang melibatkan Uriarte langsung dipelajari steward pasca balapan. Data telemetri, rekaman onboard, dan aspek teknis dibongkar habis. Hasilnya: diskualifikasi. Semua poin seri itu dicabut dari Uriarte.

Masalahnya: detail pelanggaran masih simpang siur di media sosial. Dokumen resmi FIM/FIM Stewards belum diurai jelas ke publik. Di era MotoGP yang serba transparan, keterlambatan rilis “why” di balik DSQ Uriarte justru memicu spekulasi liar.

Baca Juga  Veda Ega Kena Long Lap Penalty, Misi Bangkit di Moto3 HungarianGP Makin Berat

Kritisnya: kalau memang pelanggaran teknis atau riding violation itu fatal, kenapa tidak diputus saat balapan? Tim dan pembalap berhak dapat kepastian real-time, bukan “bom waktu” yang meledak setelah champagne party selesai.

Uriarte Kehilangan Poin, Momentum KTM Ambruk 

Dampaknya telak. Moto3 2026 adalah perang poin. Selisih 1-3 poin bisa menentukan nasib kontrak 2027. Dicabutnya poin Uriarte bukan cuma merugikan pembalap Spanyol itu, tapi mengguncang strategi KTM Ajo/Husqvarna GasGas sepanjang paruh kedua.

Tim mau tidak mau harus reset: mapping risiko, gaya balap, dan komunikasi dengan steward. Satu kesalahan interpretasi regulasi bisa mengubur target gelar dunia.

Veda Ega Dapat Angin, Tapi Tantangan Belum Selesai

Di sisi lain, Veda Ega Pratama dapat momentum. Konsistensinya mengamankan poin di berbagai kondisi—basah, panas, senggolan grup—jadi modal utama. Kematangan balapnya naik: lebih sabar, minim crash, dan lihai membaca ritme balapan Eropa.

Baca Juga  Syamsul Anwar dan Iwan Karo-Karo Jadi Pembawa Api Obor pada Pembukaan PON XXI di Deli Serdang

Tapi jangan buru-buru euforia. Paruh kedua Moto3 2026 diprediksi lebih brutal. Selisih poin antar pembalap top masih tipis. Satu DNF, satu penalti “long lap”, klasemen bisa jungkir balik.

Kunci Veda: 1) Konsistensi finish, 2) Strategi tim AHM soal ban & set-up, 3) Adaptasi cepat ke sirkuit teknikal seperti Sachsenring, Red Bull Ring, Misano.

Kritik untuk FIM: Transparansi Itu Wajib 

Balap motor modern butuh 3 hal: cepat, adil, transparan. Diskualifikasi Uriarte memenuhi 2 hal pertama, tapi gagal di transparansi. Publik, tim, bahkan pembalap lain berhak tahu detail pelanggaran: pasal berapa, bukti telemetri mana, preseden apa yang dipakai.

Kalau FIM Steward terus “menutup pintu”, kredibilitas regulasi Moto3 akan diragukan. Jangan sampai gelar dunia 2026 diputuskan bukan di lintasan, tapi di ruang sidang yang gelap.

Satu hal pasti: nama Veda Ega Pratama kini bukan lagi “pembalap Asia yang ikut-ikutan”. Ia sudah jadi kandidat serius perebut 5 besar dunia. Tinggal bagaimana ia dan AHM menjaga fokus saat tekanan dan politik paddock makin liar.

 

(AYD)

Share :

Baca Juga

ACEH

Ulama Aceh Timur Desak Mahkamah Syar’iyah Terapkan Syariat Kaaffah: Mediasi, Wali, Iddah dan Nasab Jadi Kunci

BERANDA

Prediksi Portugal vs RD Kongo 18 Juni: Ronaldo Cs Diunggulkan Raih 3 Poin Perdana Grup K Piala Dunia 2026

ACEH

Bunda PAUD Julok Hadiri Pelepasan Peserta Didik KB Zaky Rahmi Labuhan

ACEH

61 Kombatan KPA Linge Teken Mosi, Desak Mualem Evaluasi Panglima Bener Meriah
MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – MALITA Foundation menyelenggarakan diskusi ilmiah daring Academic Talk Part 2 bertajuk “Menakar Kesiapan Koperasi Merah Putih di Serambi Mekkah” pada Minggu (14/6/2026) malam.

BERITA

Diskusikan Koperasi Merah Putih di Aceh, MALITA Foundation Soroti Kekosongan Pergub LKS

BERITA

Ribuan Butir Tramadol dan Eximer Disita, Dua Pelaku Peredaran Obat Keras Ditangkap

ACEH

5 Bulan Gaji Belum Dibayar, Karyawan PT Bumi Flora Berjuang Biayai Anak Sakit Bocor Usus

ACEH

“Julok Bershalawat” Semarakkan 1 Muharram 1448 H, Ratusan Pelajar Aceh Timur Pawai Ta’aruf Islami