MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Babul Falah di Gampong Blang Riek, Kecamatan Kuta Makmur, Rabu (13/5/2026). Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta mahasiswa.
Pembangunan ulang masjid dilakukan karena kondisi bangunan lama dinilai sudah rentan akibat faktor usia dan dampak gempa yang menyebabkan sejumlah bagian bangunan mengalami keretakan. Selain itu, hasil pengukuran ulang arah kiblat juga menemukan adanya pergeseran pada bangunan lama.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Babul Falah, Muhammad Rizal, mengatakan pembangunan ulang masjid merupakan hasil musyawarah pengurus dan masyarakat sejak 2020 sebelum diputuskan secara final sekitar sebulan lalu.
“Berdasarkan hasil musyawarah bersama pengurus masjid dan masyarakat, pembangunan ulang dinilai sangat penting agar masjid lebih kokoh, aman, dan representatif bagi kebutuhan umat ke depan,” ujar Rizal.
Ia menjelaskan, bangunan masjid yang telah berdiri lebih dari 50 tahun itu akan diperluas dari ukuran 20 x 20 meter menjadi 24 x 24 meter. Kapasitas jamaah juga meningkat dari sekitar 300 orang menjadi 400 hingga 450 jamaah.
Menurut Rizal, total anggaran pembangunan berdasarkan perhitungan Owner Estimate (OE) dari CV Syifa Konsultan Engineering diperkirakan mencapai Rp10,5 miliar. Untuk tahap awal, panitia mengandalkan dana swadaya masyarakat yang telah terkumpul sekitar Rp200 juta.
Ia menambahkan, pembangunan masjid baru juga mempertimbangkan hasil pengukuran arah kiblat yang dilakukan pada 11 Mei 2026 oleh tim ahli yang terdiri atas Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Utara, Syukri, staf penyelenggara zakat dan wakaf Juli Adrizal, serta ahli ilmu falak dari UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Ismail.
“Temuan ini menjadi salah satu dasar penting agar pembangunan masjid baru tidak hanya lebih megah secara fisik, tetapi juga lebih akurat secara syariat,” kata Rizal.
Sementara itu, Imum Syik Masjid Babul Falah, Teungku Haji Nashiruddin, menyampaikan bahwa masjid tersebut telah mengalami empat kali rekonstruksi sejak pertama kali dibangun pada 1975.
“Dulu mulai dari kayu pohon kelapa, papan kayu alakada, kemudian semi permanen dengan beton, hingga akhirnya menjadi bangunan permanen seperti sekarang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Masjid Babul Falah dulunya merupakan masjid kemukiman yang membawahi 10 gampong, yakni Blang Riek, Ceumpeudak, Lhok Jok, Seuneubok Drien, Alue Rambee, Meunasah Blang Ara, Buket, Cot Merbo, Ie Tarek 1, dan Ie Tarek 2. Namun, seiring perkembangan wilayah dan pemekaran daerah, sebagian besar gampong telah memiliki masjid masing-masing.
Rizal memastikan proses pembangunan dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu aktivitas ibadah masyarakat. Pembangunan akan dimulai dari bagian luar bangunan lama sehingga jamaah tetap dapat melaksanakan salat dan kegiatan keagamaan lainnya.
“Kami berharap pembangunan ini menjadi amal jariyah bersama. Dukungan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar cita-cita menghadirkan masjid yang lebih layak dan nyaman dapat terwujud,” ujarnya.
Kegiatan peletakan batu pertama diawali dengan laporan ketua panitia pembangunan, dilanjutkan sambutan Imum Syik Masjid, kemudian ditutup dengan zikir dan doa bersama. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara Hadaini, Camat Kuta Makmur Hanifza Putra, Kapolsek Kuta Makmur AKP Agus Sadek, perwakilan Danramil 02 Kuta Makmur, Kepala Puskesmas Kuta Makmur Samsul Zahri, Ketua Majelis Taklim Kuta Makmur Abi Muzakir, para pimpinan dayah, imum mukim, geuchik, serta perwakilan mahasiswa HIMAKMUR. (Manzahari)







