![]()
JAKARTA – Buku Rekam Jejak Anies di Jakarta karya Nico Andrianto diluncurkan hari ini, Sabtu (06/05/2023). Hebatnya penulis menulis buku ini tanpa sepengetahuan Anies dan tidak ada wawancara dengan Anies.
Dalam sambutan di acara peluncuran buku itu Ustadz Tohir Bawazir Direktur Pustaka Al Kautsar menjelaskan ketika ia menjadi mahasiswa di Jakarta pernah dinasehati oleh lelaki tua dan kurus. Lelaki itu menasihatinya agar banyak baca. Ia tidak tahu nama lelaki itu. Ia tanya ke temannya dan dijelaskan bahwa namanya AR Baswedan, kakek Anies Baswedan. Ia bersyukur dengan nasihat itu dan kini ia menjadi pendiri Pustaka Al Kautsar dengan penjualan buku keseluruhan sudah sekitar 10 juta. Buku yang sudah diterbitkan 2500.
Rocky Gerung dalam ceramahnya menyatakan bahwa Anies adalah Amir yang artinya secara ekologis puncak pohon. Ia adalah oasis di tengah iklim politik yang panas. Rocky mengambil ‘iktibar itu karena tempat peluncuran buku di Hotel Oasis Amir Jakarta.
Rocky juga menjelaskan pentingnya pemimpin yang membawa gagasan. Ia menyindir banyak tokoh atau masyarakat saat ini bila disuruh memilih buku atau amplop, tentu banyak yang memilih amplop.
Sedangkan dalam sambutannya Anies Baswedan menyampaikan banyak terima kasih atas dibukukannya pengalamannya menjadi gubernur di Jakarta. Dengan adanya buku maka gubernur berikutnya tidak bekerja dari nol. Tinggal melanjutkan (memperbaiki) dari yang telah dilakukan sebelumnya.
Calon presiden 2024 ini juga menyatakan bahwa membaca buku berarti ada daya baca. Sedangkan membaca handphone adalah minat baca. Anies juga menyinggung agar jangan masyarakat meremehkan kata kata. Ia menyatakan nasihat dari AR Baswedan itu menjadikan Pak Tohir menjadi seperti saat ini.
Dalam peluncuran buku itu dibagikan tiga buku kepada para undangan : Rekam Jejak Anies di Jakarta, Politik Identitas karya Eman Sulaeman dan Anies Baswedan Harapan Perubahan karya Tamsil Linrung dkk. [Kontributor : Nuim Hidayat]







