Home / BERITA

Selasa, 24 Juni 2025 - 23:18 WIB

Bimtek ke Lombok Seret Dana Rp17 Juta per Desa Tuai Kritikan

MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR – Program Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi aparatur desa di Kabupaten Aceh Timur menuai sorotan publik. Pasalnya, kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan anggaran sebesar Rp17 juta dari Dana Desa setiap gampong.

Dengan total 513 desa di Aceh Timur, jika seluruhnya mengikuti kegiatan ini, maka total anggaran yang digunakan bisa mencapai sekitar Rp8,7 miliar. Sejumlah desa dikabarkan telah mencairkan anggaran tersebut, sementara sebagian lainnya masih dalam proses.

Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Aceh Timur, Saiful Anwar, menyampaikan kritik keras terhadap pelaksanaan Bimtek ini. Ia menilai kegiatan tersebut lebih menyerupai perjalanan wisata ketimbang pelatihan yang berdampak langsung pada peningkatan kapasitas aparatur gampong.

“Materi pelatihan bisa diakses secara gratis secara daring, namun justru dilaksanakan di hotel berbintang dengan biaya besar. Ini bentuk pemborosan anggaran publik,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (24/6/2025).

Baca Juga  Gaji Guru Balai Pengajian belum Cair : Pj. Walikota Jangan Dzalim

Sejumlah warga dan tokoh masyarakat juga menyuarakan keberatan mereka. Selain dinilai tidak relevan dengan kebutuhan desa, pelaksanaan Bimtek di luar provinsi dinilai mengorbankan prioritas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kalau memang tujuannya belajar, kenapa tidak dilakukan di Aceh Timur saja? Kami punya aula, hotel, dan fasilitas memadai,” ujar seorang tokoh masyarakat di Idi Rayeuk.

Sementara itu, beberapa keuchik yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa anggaran pelatihan tersebut langsung dipotong dari Dana Desa, tanpa ada ruang diskusi yang memadai terkait urgensi dan dampaknya bagi desa.

“Rp17 juta bisa digunakan untuk pembangunan jalan tani, pemasangan lampu jalan, atau program sosial bagi anak yatim. Tapi ini malah digunakan untuk seminar yang jauh dari konteks kebutuhan desa,” keluh seorang keuchik.

Baca Juga  Dandim 0103/Aceh Utara dan Kapolres Lhokseumawe, Jalin Silaturahmi dengan Para Panglima Laut

Merespons kegelisahan masyarakat, berbagai pihak mendesak agar Inspektorat Kabupaten, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan audit terbuka terhadap penggunaan anggaran ini.

“Kami berharap ada evaluasi menyeluruh dan transparansi. Jangan sampai program pelatihan ini hanya menjadi ajang pelesiran yang dibungkus dengan label pembinaan,” tambah Saiful.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terkait pelaksanaan dan tujuan kegiatan Bimtek tersebut. Masyarakat berharap ada keterbukaan informasi agar tidak terjadi kesimpangsiuran di lapangan. (Saiful)

Share :

Baca Juga

BERITA

Polda Kepri Kembali Gerebek Kampung Aceh, 114 Orang Diamankan untuk Pemeriksaan

BERITA

Kajari Luwu Timur Tegaskan Tak Akan Mundur Usut Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR Vale

BERANDA

Rubio: AS Tak Wajib Lindungi Dunia Selamanya, PM Spanyol Balas: Siapa Suruh Serang Iran?

BERANDA

Kabut Asap Makin Parah, 63 Sekolah di Bintulu dan Tatau Ditutup Hingga 11 September

ACEH

Wacana Provinsi Samudera Pase Menguat, Warga Utara-Timur Aceh Dorong Pemerataan Pembangunan

BERITA

Mahasiswa Trisakti Puji Kapolri, Nilai Demokrasi Makin Kuat di Era Listyo Sigit

BERITA

Diduga Peras dan Intimidasi Warga, Dua Orang Diamankan Polisi di Karawaci

ACEH

Bupati Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026, Kepala Daerah Populer Penanganan Bencana di Wilayah Terisolir