Home / BERITA / NASIONAL

Jumat, 6 November 2026 - 22:47 WIB

Komnas HAM Selidiki Kericuhan Kenduri Maulid di Pidie yang Tewaskan Seorang Warga

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan melakukan pemantauan dan penyelidikan terhadap peristiwa kericuhan yang terjadi saat kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari (Pulo Kenari), Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia.

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, mengatakan pihaknya segera menurunkan tim untuk memperoleh fakta-fakta di lapangan melalui pengumpulan data, keterangan saksi, dan pendalaman kronologi kejadian.

“Komnas HAM akan segera melakukan pemantauan untuk mendapatkan fakta-fakta dari peristiwa ini. Pemantauan lapangan dilakukan guna mendalami kronologis peristiwa secara utuh melalui pengumpulan fakta, bahan, dan keterangan di lokasi kejadian,” ujar Anis Hidayah dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).

Komnas HAM menyatakan memberi perhatian serius terhadap perkembangan situasi terkait peristiwa kekerasan yang terjadi pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 16.00 hingga 17.05 WIB tersebut.

Baca Juga  Tinjau TMMD Ke-122, Dandim Aceh Utara Pastikan Pekerjaan Tepat Waktu Dengan Hasil Yang Berkualitas

Berdasarkan informasi awal yang diterima Komnas HAM, kericuhan bermula ketika sejumlah warga mengibarkan bendera Bulan Bintang di lokasi acara kenduri. Aparat TNI kemudian mendatangi lokasi dengan maksud menurunkan bendera tersebut, namun mendapat penolakan dari warga.

Menurut Anis, penolakan tersebut memicu ketegangan yang kemudian berkembang menjadi kericuhan.

“Tindakan ini mendapat penolakan dari warga setempat hingga memicu ketegangan yang berujung pada kericuhan. Peristiwa tersebut dilaporkan diwarnai dengan aksi pemukulan serta penembakan yang menyasar warga,” katanya.

Komnas HAM juga mendesak aparat penegak hukum melakukan investigasi secara ilmiah (scientific crime investigation) guna mengungkap penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Selain itu, Komnas HAM meminta Pemerintah Indonesia segera mengambil langkah penyelesaian terhadap akar persoalan serta melakukan upaya pencegahan guna menghindari eskalasi konflik sosial di wilayah tersebut.

Baca Juga  Kapolri Siap Bersinergi dengan Menhut Hadapi Ancaman Karhutla

Dalam peristiwa itu, satu warga dilaporkan meninggal dunia akibat diduga terkena tembakan. Korban diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazah dimakamkan pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Gampong Baro.

Selain korban meninggal, sebanyak 13 warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Enam personel TNI juga mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

Hingga berita ini ditulis, proses penyelidikan masih berlangsung. Aparat penegak hukum dan pihak terkait terus melakukan pendalaman untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab serta kronologi peristiwa tersebut. (*)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Slamet Uliandi Jadi Tersangka Ke-4 Kasus Dugaan Penyadapan Presiden, Belum Ditahan Karena Pasca-Stroke
Menko Yusril Ihza Mahendra Apresiasi Pusat Edukasi dan Mitigasi Bencana-2

BERITA

Museum Tsunami Aceh Terima Kunjungan Edukasi Menko Kumham Impas Yusril Ihza Mahendra

ACEH

Groundbreaking GEUKOM Smart Greenhouse: Pembangunan Dimulai, Pertanian Modern Berbasis Gampong Mulai Dibangun

ACEH

Danrem 011/Lilawangsa: Insiden Penembakan di Tiro Pidie Masih Didalami, 1 Warga Tewas

ACEH

Satu Warga Tewas, 10 Luka-luka dalam Insiden Penembakan Saat Maulid di Tiro Pidie

BERITA

Viral Bentrok di Tiro Pidie Saat Maulid: Apa yang Terverifikasi, Apa yang Masih Rumor?

EDUKASI

Asah Kompetensi Jurnalistik, LPM Al-Kalam Hadirkan Jurnalis RRI dan Metro TV

HUKUM

Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Dugaan Penyadapan Dirinya