MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Impas) Republik Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, melaksanakan kunjungan edukasi sejarah ke Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh, Rabu, 4 November 2026.
Kedatangan Menko Kumham Impas di museum karya arsitek Ridwan Kamil tersebut disambut langsung oleh Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra Azwar, didampingi Kepala Seksi Edukasi dan Preparasi, Abdul Lathief.
Kunjungan resmi ini bertujuan untuk mengenang kembali peristiwa gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004, sekaligus meninjau secara langsung peran strategis Museum Tsunami Aceh sebagai pusat edukasi sejarah, ruang mitigasi bencana, serta simbol ketangguhan masyarakat.
Dalam peninjauannya, Menko Yusril menelusuri sejumlah zona utama pameran, mulai dari lorong tsunami (space of fear), ruang renungan (space of sorrow), hingga area galeri dokumentasi. Ia menyampaikan apresiasi atas pengelolaan museum yang mampu mentransformasikan memori bencana menjadi sarana pembelajaran publik regarding kesiapsiagaan kebencanaan.
“Saya merasa terharu ketika datang ke museum ini. Semua mengingatkan saya akan tragedi tsunami di Aceh tahun 2004. Semoga Allah SWT menjaga keselamatan seluruh masyarakat Aceh untuk selamanya,” ujar Menko Yusril.
Sementara itu, Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra Azwar, mengapresiasi kunjungan jajaran pimpinan tinggi negara tersebut. Menurutnya, kehadiran Menko Kumham Impas menjadi dorongan motivasi bagi pengelola untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi sejarah dan edukasi mitigasi, baik bagi pengunjung domestik maupun mancanegara.
Rangkaian kunjungan edukasi tersebut diakhiri dengan sesi konferensi pers mengenai isu-isu strategis nasional yang berlangsung di Aula Lantai Dua Museum Tsunami Aceh bersama puluhan insan pers media cetak, elektronik, dan daring.[af]







