MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH —Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status *Siaga Bencana Hidrometeorologi* untuk Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) pada periode 10 hingga 12 Oktober 2026.
Peringatan tersebut disampaikan BMKG melalui unggahan resmi di akun Instagram @infobmkg pada Sabtu (10/10/2026). Kedua provinsi diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.
“Potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan longsor yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, layanan publik, dan infrastruktur,” tulis BMKG dalam unggahannya.
Aceh Siaga 10 dan 12 Oktober, Ini Daftar Wilayahnya
Di Provinsi Aceh, status siaga berlaku pada dua gelombang. Pada 10 Oktober 2026, wilayah yang masuk level siaga meliputi Aceh Jaya, Aceh Besar, dan Pidie.
Selanjutnya, pada 12 Oktober 2026, giliran wilayah Aceh Selatan yang berpotensi dilanda hujan sangat lebat dan wajib meningkatkan kewaspadaan.
Sumut Siaga Tiga Hari Beruntun
Sementara untuk Sumatera Utara, status siaga berlaku lebih panjang, yakni pada 10, 11, dan 12 Oktober 2026.
Pada 10 Oktober, wilayah yang siaga adalah Nias Selatan, Nias Barat, Mandailing Natal, dan Pakpak Bharat.
Potensi bencana kemudian meluas pada 11 Oktober di Langkat, Simalungun, dan Pematangsiantar. Dan pada 12 Oktober mencakup Pakpak Bharat, Dairi, Samosir, Humbang Hasundutan, Nias Selatan, dan Nias Barat.
Belasan Provinsi Lain Status Waspada
Selain level siaga, BMKG juga menetapkan peringatan dini tingkat waspada dengan curah hujan sedang hingga lebat di belasan provinsi lain. Potensi bencananya berupa genangan, luapan sungai, dan longsor.
Pada 10 Oktober, status waspada berlaku untuk Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, Sumsel, Babel, Bengkulu, Lampung, Jabar, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kaltara, dan Papua.
Pada 11 Oktober, waspada meluas hingga Aceh, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Lampung, Banten, Jabar, Jatim, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kaltara, dan Sulsel.
Pada 12 Oktober, wilayah waspada meliputi Sumbar, Riau, Sumsel, Bengkulu, Banten, Jabar, Kalbar, Kaltara, Sulsel, dan Papua Barat Daya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
“Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem. Jika Sobat melihat atau terdampak bencana di sekitar, mari bergotong royong dengan melaporkan melalui http://bit.ly/laporbencanabot,” tutup BMKG.
Penulis: Tim BMKG / Redaksi
Editor: Ayahdidien







