Home / ACEH / BERITA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Krueng Geukueh Disiapkan Jadi Gerbang Laut Aceh–Malaysia, Rute Penang Dimatangkan

MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Pemerintah Aceh bersama sejumlah pemangku kepentingan mematangkan persiapan pembukaan rute pelayaran internasional dari Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Aceh Utara, menuju Penang, Malaysia. Persiapan tersebut mencakup kesiapan fasilitas pelabuhan, armada, sumber daya manusia, serta pemenuhan persyaratan operasional dan regulasi lintas negara.

Upaya itu dibahas dalam rapat percepatan persiapan dan dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas Pelabuhan Umum Krueng Geukueh pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Atase Perhubungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Imigrasi Lhokseumawe, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Lhokseumawe, Dinas Perhubungan Aceh, PT Pembangunan Aceh (PEMA), serta PT Pelindo Multi Terminal Branch Lhokseumawe.

Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur, Sindu Rahayu, menyambut baik rencana pembukaan konektivitas laut internasional antara Indonesia dan Malaysia. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh persyaratan harus dipersiapkan secara konkret agar dapat dikoordinasikan dan diterapkan bersama pihak Malaysia.

“Pada prinsipnya, kami menyambut baik seluruh inisiatif konektivitas melalui pembukaan rute pelayaran internasional Indonesia–Malaysia. Namun, aspek keimigrasian, kepabeanan, perdagangan, dan unsur terkait lainnya harus dipersiapkan dengan jelas agar dapat dikomunikasikan dan diimplementasikan bersama pihak Malaysia,” ujar Sindu Rahayu.

Menurutnya, koordinasi lintas instansi dan lintas negara menjadi bagian penting untuk memastikan rencana pembukaan rute tersebut memiliki landasan persiapan yang memadai.

Setelah rapat, Sindu Rahayu bersama Dinas Perhubungan Aceh dan PT PEMA meninjau sejumlah fasilitas di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh. Peninjauan meliputi akses darat menuju pelabuhan, dermaga umum, dermaga roll-on/roll-off (Ro-Ro), terminal penumpang, serta fasilitas utama lainnya.

Kegiatan tersebut bertujuan mengidentifikasi kondisi fasilitas dan kebutuhan yang perlu ditindaklanjuti sebelum rencana pelayaran memasuki tahapan berikutnya. Selain infrastruktur, kesiapan armada, dukungan operasional, sumber daya manusia, dan pelayanan penumpang juga menjadi aspek yang perlu diselaraskan.

Baca Juga  Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran Sabu 476 Gram, Etomidate, dan Happy Water di Cakung

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, mengapresiasi keterlibatan langsung Atase Perhubungan dalam rapat koordinasi dan peninjauan tersebut. Ia berharap koordinasi melalui perwakilan Indonesia di Malaysia dapat memperkuat komunikasi bilateral dan mendorong persiapan transportasi laut antarnegara.

“Pemerintah Aceh mengapresiasi kehadiran langsung Atase Perhubungan dalam rapat akselerasi dan peninjauan persiapan ini. Kami berharap dukungan dan koordinasi melalui KBRI di Kuala Lumpur semakin kuat sehingga upaya membangun konektivitas laut antara Aceh dan Malaysia dapat dipersiapkan dengan lebih matang,” kata Teuku Faisal.

Sementara itu, PT Pelindo Multi Terminal Branch Lhokseumawe menyatakan kesiapannya mendukung rencana pengembangan konektivitas maritim tersebut sesuai kapasitas dan kewenangannya.

Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Lhokseumawe, Aulia Rahman, mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan dukungan fasilitas dan personel untuk menunjang persiapan operasional pelabuhan.

“Secara kapasitas, kami siap mendukung upaya optimalisasi pelabuhan untuk rencana strategis ini. Dari sisi operasional, kami akan berupaya menyiapkan dukungan fasilitas dan personel serta bekerja secara kolektif untuk membantu pemerintah mewujudkan ekosistem transportasi dan wilayah maritim yang semakin baik ke depan,” ujar Aulia Rahman.

Dukungan tersebut perlu diselaraskan dengan kesiapan armada, pemenuhan ketentuan pelayaran internasional, serta koordinasi antarlembaga di Indonesia dan Malaysia. Dengan demikian, persiapan tidak hanya berfokus pada ketersediaan fasilitas fisik, tetapi juga pada kepastian prosedur dan tata kelola pelayanan.

Baca Juga  Apel Bulan K3 Nasional 2023 I Kantor Direksi Keet Adhi Karya Project Jalan Tol Sigli - Banda Aceh

PT PEMA turut mengambil peran dalam mendorong rencana pengembangan rute tersebut. Perusahaan milik Pemerintah Aceh itu memandang konektivitas laut dengan Malaysia sebagai peluang untuk mengembangkan usaha, memperluas akses pasar, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Direktur Umum dan Keuangan PT PEMA, Tgk. H. Muhammad Nur, mengatakan pengembangan rute pelayaran tersebut sejalan dengan upaya membuka lini bisnis baru sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi Aceh.

“Pembukaan rute pelayaran ini merupakan salah satu upaya untuk membuka lini bisnis baru bagi masyarakat dan Pemerintah Aceh. Gubernur Aceh juga mengarahkan agar PT PEMA berupaya maksimal dalam membangun konektivitas ini, baik melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan lokal maupun melalui koordinasi dengan pihak internasional,” ujar Muhammad Nur.

Ia menegaskan bahwa PT PEMA akan berupaya mengambil peran sesuai tugas dan kapasitas perusahaan untuk mendukung terwujudnya konektivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh.

Apabila terealisasi, rute Krueng Geukueh–Penang berpotensi memperluas akses transportasi penumpang sekaligus membuka peluang pengembangan perdagangan, pariwisata, dan kegiatan ekonomi lainnya. Manfaatnya juga berpotensi menjangkau wilayah Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Takengon, Kota Lhokseumawe, dan daerah sekitarnya.

Namun, realisasi manfaat tersebut akan bergantung pada kepastian pembukaan rute, kesiapan layanan dan armada, kebutuhan pasar, serta dukungan regulasi dan operasional dari kedua negara.

Rencana ini diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat posisi Krueng Geukueh sebagai pintu konektivitas maritim Aceh dengan Malaysia melalui Selat Malaka. Karena itu, koordinasi lintas instansi dan negara menjadi kunci dalam mematangkan persiapan sebelum rute pelayaran internasional tersebut dapat dioperasikan. (Mz)

Share :

Baca Juga

Galeri Investasi UIA Raih GI BEI Award 2026 Kategori Edukasi dan Pemerataan Informasi

ACEH

Perkuat Literasi Pasar Modal, GI UIA Raih Penghargaan Bergengsi BEI 2026

BERITA

Aceh dan Sumut Masuk Level Siaga Hujan Sangat Lebat, BMKG: Waspada Banjir Bandang dan Longsor 10-12 Oktober

ACEH

Pemerintah Aceh Jamu Ulama dari 21 Negara, Perkuat Peran Aceh sebagai Serambi Mekkah

ACEH

Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II Resmi Dibuka di Aceh, Perkuat Persatuan Umat

BERANDA

Viral Klarifikasi Panjang Cristiano Ronaldo Soal Drama di Timnas Portugal, Singgung Janji Pelatih dan Kepercayaan yang Rusak

ACEH

Polisi Hadir Bawa Kepedulian, Kapolsek Banda Alam Antar Kursi Roda untuk Warga Stroke di Aceh Timur

ACEH

BREAKING: 11 Nama Lulus Administrasi PAW Badan Baitul Mal Aceh Utara 2023-2028, Ini Daftar Lengkapnya

BERANDA

Dua Bandara Arab Saudi Diserang Rudal Houthi, 3 Tewas dan 36 Luka – Riyadh dan Abha Membara