MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Muhammad Abyan, santri akhir Pesantren Modern Misbahul Ulum, Kota Lhokseumawe, Aceh, terpilih sebagai salah satu dari 200 peserta Parlemen Remaja DPR RI 2026. Ia mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh II setelah berhasil melewati proses seleksi yang diikuti lebih dari 11.000 pendaftar.
Parlemen Remaja DPR RI 2026 berlangsung selama enam hari, 28 September hingga 3 Oktober 2026, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Program tersebut mempertemukan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengenal secara langsung proses demokrasi dan mekanisme kerja lembaga legislatif.
Untuk menjadi peserta, Abyan harus melewati empat tahapan seleksi, yakni Curriculum Vitae (CV), esai dan video kampanye, psikotes, serta wawancara. Setelah melalui seluruh tahapan tersebut, ia dinyatakan lolos bersama 199 peserta lainnya.
Selama mengikuti kegiatan, Abyan mendapatkan pembekalan mengenai parlemen, mengikuti simulasi kerja legislatif, serta berkesempatan menyaksikan langsung rapat paripurna DPR RI.
Menyaksikan Langsung Rapat Paripurna DPR RI
Salah satu pengalaman yang diperoleh Abyan adalah menyaksikan Rapat Paripurna ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada 29 September 2026.
Rapat tersebut dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani dan dihadiri 291 anggota DPR. Salah satu agenda utama rapat adalah pembicaraan tingkat II dan pengambilan keputusan atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027.
Kesempatan menyaksikan langsung rapat paripurna menjadi pengalaman penting bagi Abyan karena dapat melihat proses persidangan lembaga legislatif dari dekat.
“Saya sangat bersyukur dapat melihat secara langsung kegiatan Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta,” ujar Abyan.
Menurut Abyan, pengalaman tersebut membuatnya memahami adanya keterkaitan antara pendidikan yang diperoleh di pesantren dengan kemampuan berpikir kritis dan mengambil keputusan.
“Melihat proses persidangan ini, saya lebih paham pendidikan keorganisasian di pesantren sangat dekat dengan pendidikan berpikir kritis dalam mengambil sebuah keputusan,” katanya.
Belajar Mekanisme Kerja Parlemen
Selain menyaksikan rapat paripurna, peserta Parlemen Remaja DPR RI 2026 mengikuti berbagai simulasi yang dirancang untuk memberikan gambaran mengenai mekanisme kerja parlemen.
Kegiatan tersebut meliputi simulasi kunjungan kerja, rapat kerja (raker), Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), dan rapat paripurna. Peserta juga mengikuti city tour di Jakarta sebagai bagian dari rangkaian program.
Menurut Abyan, simulasi tersebut memberikan pengalaman praktis bagi peserta dalam memahami proses pembahasan persoalan, menyampaikan pandangan, hingga mengambil keputusan dalam sebuah forum.
“Pada tahap ini, pentingnya simulasi yang diajarkan dapat membantu seluruh peserta dalam menentukan arah kebijakan sebuah forum,” terang Abyan.
Santri Bersaing di Tingkat Nasional
Abyan mengaku proses seleksi menjadi tantangan tersendiri karena harus bersaing dengan lebih dari 11.000 pendaftar dari berbagai daerah.
Ia menilai keberhasilannya lolos dalam program tersebut menunjukkan bahwa santri memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi dalam berbagai ajang tingkat nasional.
“Meski peserta lebih dari 10.000, hari ini santri telah membuktikan mampu bersaing di kancah nasional,” ungkapnya.
Menurut Abyan, keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan di Pesantren Modern Misbahul Ulum.
“Tentu tidak mudah untuk berjuang dalam proses tahapan seleksi. Namun, pendidikan di Pesantren Modern Misbahul Ulum beserta dukungan majelis guru dan orang tua telah mengantar saya ke kancah nasional,” katanya.
Pengalaman Bertemu Pelajar dari Berbagai Daerah
Selama mengikuti Parlemen Remaja, Abyan bertemu dengan pelajar dari berbagai daerah dan latar belakang pendidikan. Menurutnya, pengalaman tersebut memperluas wawasan dan perspektifnya.
“Event ini telah membuka cakrawala saya dengan bertemu siswa dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Abyan menyebut pengalaman dan kegiatan yang diperolehnya selama belajar di pesantren turut membantunya dalam mengikuti proses seleksi dan kegiatan Parlemen Remaja.
“Selama di pesantren, saya mengenal beberapa program yang mendukung untuk lolos pada event ini, seperti public speaking dan latihan berpikir kritis,” katanya.
Enam Hari Mengenal Kerja Parlemen
Selama enam hari di Jakarta, Abyan mengikuti rangkaian kegiatan yang memberikan gambaran lebih dekat mengenai proses kerja parlemen. Selain pembekalan, peserta menjalani simulasi dan mengamati secara langsung persidangan DPR RI.
Bagi Abyan, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa proses persidangan memiliki kaitan erat dengan kebijakan yang berdampak luas terhadap masyarakat.
“Proses persidangan sangat menentukan kebijakan ke depan, terutama bagi negara Indonesia. Namun, dengan adanya event ini, tentu santri juga harus berperan penting untuk membangun negeri,” ujarnya.
Dorong Santri Terus Berprestasi
Keikutsertaan Muhammad Abyan dalam Parlemen Remaja DPR RI 2026 menjadi pengalaman pendidikan di luar lingkungan pesantren sekaligus kesempatan untuk mengenal secara langsung proses demokrasi dan mekanisme kerja lembaga legislatif.
Abyan berharap pengalaman tersebut dapat memotivasi santri lain untuk terus mengembangkan kemampuan, berprestasi, dan mengambil bagian dalam berbagai bidang di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya berharap seluruh santri di Indonesia, khususnya di Pesantren Modern Misbahul Ulum, agar terus berprestasi di kancah nasional dan internasional. Santri harus berperan dan mampu bersaing dengan syiar kebaikan di mana saja,” pungkas Abyan. (Juanda JZ)







