Home / BERANDA / BERITA / NASIONAL

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:27 WIB

Korban Gempa NTT Capai 105 Jiwa, Kemenkes Catat 1,9 Juta Warga Terdampak

Medialiterasi.id | Jakarta – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur terus bertambah. Hingga Rabu (26/8/2026), Kementerian Kesehatan mencatat 105 orang meninggal, 1.632 orang luka-luka, dan lebih dari 185 ribu warga mengungsi.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, Agus Jamaludin, menyampaikan data terbaru dalam konferensi pers di Jakarta. Gempa tersebut berdampak pada 1.917.732 penduduk di sejumlah kabupaten di NTT.

“Tadi pagi update korban meninggal 105 orang, luka ringan/rawat jalan kurang lebih 1.247 orang, luka berat/rawat inap mencapai 385 orang, pengungsi juga 185 ribu lebih,” ujar Agus.

Sebaran korban meninggal

Korban jiwa tersebar di 7 kabupaten. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan korban terbanyak, disusul Manggarai Timur dan Nagekeo.

Baca Juga  DPP JASA Berharap Institusi TNI Dapat Mengusut Tuntas Kasus Penculikan dan Pembunuhan Imam Masykur

Rinciannya:

– Kabupaten Manggarai: 41 orang

– Kabupaten Manggarai Timur: 36 orang

– Kabupaten Nagekeo: 13 orang

– Kabupaten Sikka: 6 orang

– Kabupaten Ngada: 5 orang

– Kabupaten Manggarai Barat: 1 orang

– Kabupaten Ende: data masih dihimpun

Kondisi pasien di rumah sakit

Kemenkes juga memantau kondisi pasien yang dirawat. Berdasarkan data per 25 Agustus 2026, terdapat 78 pasien yang masuk kategori kegawatdaruratan.

– Kategori merah atau gawat darurat kritis namun dapat ditangani: 11 orang

– Kategori kuning atau darurat stabil: 55 orang

– Kategori hijau atau tidak darurat: 11 orang

– Kategori hitam atau meninggal dunia: 1 orang

“Kami masih terus memperbaiki layanan kesehatan setempat agar penanganan korban bisa optimal,” kata Agus.

Baca Juga  How To Technology In 10 Minutes And Still Look Your Best

ISPA jadi penyakit terbanyak

Selain korban luka, Kemenkes mencatat lonjakan kasus penyakit di lokasi pengungsian periode 15-25 Agustus 2026. Penyakit yang paling banyak ditemukan adalah ISPA dengan 9.668 kasus.

Penyakit lain yang tercatat:

– Hipertensi: 4.686 kasus

– Myalgia: 1.017 kasus

– Trauma: 662 kasus

– Diare/GEA: 627 kasus

– Gastritis: 571 kasus

– Dispepsia: 487 kasus

– Gigitan hewan penular rabies: 35 kasus

Ketujuh penyakit tersebut tersebar di tujuh kabupaten terdampak gempa.

Hingga kini proses pendataan korban dan distribusi bantuan kesehatan masih berlangsung. Kemenkes mengerahkan tim medis dan logistik untuk memperkuat fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.(*)

Share :

Baca Juga

BUDAYA

Kritik Budaya Literasi Semu, Teuku Muhammad Jamil Ajak Ubah Kebiasaan Berbagi Tautan Jadi Berbagi Pemahaman

BERITA

DPN Indonesia dan Pagar Nusa Siapkan 2.000 Beasiswa PKPA bagi Kader Sarjana Hukum

BERITA

Direktur PMMU Lepas Tiga Alumni untuk Lanjutkan Studi ke Universitas Al-Azhar Mesir

BERITA

Polri Ajak Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Online, Jaga Keamanan Digital

BERANDA

Data Terbaru BPBD: Kerusakan Gempa Bogor M 4,1 Melonjak dari 17 Jadi 253 Rumah

BERANDA

Bukan Didepak, Ini Alasan Nama Veda Ega Pratama Hilang di Daftar Sementara Moto3 2027

HUKUM

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK: Apa Syarat Pemakzulan Wapres Menurut Konstitusi?

BERITA

Kunjungan Pasien Capai 150 Orang per Hari, Puskesmas Kuta Makmur Kekurangan Tempat Tidur Rawat Inap