MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Jumlah kunjungan pasien ke UPTD Puskesmas Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, meningkat sejak awal Oktober 2026, dari rata-rata 100 menjadi sekitar 150 pasien per hari. Peningkatan kunjungan tersebut terjadi di tengah banyaknya keluhan demam tinggi, batuk, dan gangguan saluran pernapasan yang dialami pasien.
Kepala UPTD Puskesmas Kuta Makmur, Ns. Samsul Zahri, S.Kep., mengatakan peningkatan jumlah pasien dalam beberapa pekan terakhir turut berdampak pada kapasitas pelayanan rawat inap. Dalam dua minggu terakhir, tempat tidur yang tersedia dinilai tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan perawatan.
Saat ini, Puskesmas Kuta Makmur memiliki 18 tempat tidur untuk pelayanan rawat inap. Pihak puskesmas telah melaporkan keterbatasan tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara.
Keluhan yang banyak ditemukan pada pasien antara lain demam tinggi, batuk, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta nyeri otot dan persendian. Menurut keterangan pihak puskesmas, perubahan cuaca pada masa pancaroba menjadi salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap peningkatan keluhan tersebut. Paparan kabut asap juga menjadi perhatian karena dapat memperburuk gangguan pernapasan.
Meski jumlah kunjungan meningkat, pihak puskesmas menyatakan tenaga medis masih mencukupi. Persediaan obat-obatan dan alat kesehatan juga dilaporkan dalam kondisi aman.
Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, puskesmas mengoptimalkan sarana dan prasarana yang tersedia. Pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dirujuk ke rumah sakit sesuai kebutuhan medis.
Selain itu, pihak puskesmas meningkatkan kegiatan promosi kesehatan kepada masyarakat. Warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menghindari paparan asap, menerapkan pola hidup sehat, dan segera memeriksakan diri apabila mengalami demam tinggi atau gangguan pernapasan.
Puskesmas Kuta Makmur juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara untuk menangani peningkatan kunjungan pasien dan memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi. (EQ)







