Home / BERITA / EDUKASI

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Laksanakan Program Qira’atul Qur’an di Gampong Kuala Keureutoe

MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 8 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe melaksanakan program Qira’atul Qur’an di Gampong Kuala Keureuto, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. Program yang dimulai pada Kamis (30/7/2026) tersebut bertujuan meningkatkan literasi Al-Qur’an anak-anak sekaligus membantu proses pembelajaran di balai pengajian yang mengalami keterbatasan tenaga pengajar.

Kegiatan dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sepekan selama satu bulan dengan melibatkan 10 mahasiswa KPM. Program berlangsung di dua balai pengajian, yakni Bale Beut KHA yang diasuh Tgk. Muhammad Husain dengan 93 santri serta balai pengajian yang dipimpin Juwairiah dengan 56 santri.

Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an anak-anak, program ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah jiwa kepemimpinan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mengembangkan kemampuan manajemen pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tgk. Muhammad Husain mengatakan kehadiran mahasiswa KPM membantu kelancaran proses belajar mengajar karena jumlah tenaga pengajar yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah santri. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh sebagian masyarakat yang memiliki kemampuan mengajar harus bekerja sebagai nelayan, yang merupakan mata pencaharian utama warga pesisir. Selain itu, masih sedikit pemuda terpelajar yang menetap di Gampong Kuala Keureuto untuk membina kegiatan pengajian secara berkelanjutan.

“Selama ini kami memang membutuhkan tambahan tenaga pengajar agar proses belajar mengaji dapat berjalan lebih maksimal. Kehadiran mahasiswa KPM sangat membantu kami dalam membimbing anak-anak,” ujar Tgk. Muhammad Husain.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menerapkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing santri. Anak-anak membaca Al-Qur’an secara bergiliran di hadapan mahasiswa untuk dievaluasi secara individual. Santri juga dikelompokkan berdasarkan jenjang kemampuan, mulai dari Iqra, Al-Qur’an hingga tajwid dasar, sehingga materi pembelajaran dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.

Baca Juga  PPATK Akan Terus Awasi Perkembangan Fintech di Indonesia

Selain pembelajaran membaca Al-Qur’an, mahasiswa juga memadukan hafalan Juz Amma, doa-doa harian, serta praktik ibadah sehari-hari melalui metode interaktif guna meningkatkan minat belajar santri.

Juwairiah menilai kehadiran mahasiswa KPM membawa dampak positif terhadap aktivitas belajar di balai pengajian. Menurutnya, suasana pembelajaran menjadi lebih hidup, tertata, dan mampu meningkatkan semangat belajar anak-anak.

Apresiasi juga disampaikan masyarakat setempat. Nurlaila, salah seorang warga Gampong Kuala Keureuto, mengatakan program tersebut membantu orang tua dalam membina pendidikan agama anak-anak.

“Kami merasa terbantu karena anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di balai pengajian untuk belajar Al-Qur’an, menghafal doa-doa harian, dan surah-surah pendek. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” katanya.

Ketua KPM Mandiri Kelompok 8, Abdul Aziz Yuda Hermawan, mengatakan sambutan positif dari pengelola balai pengajian dan masyarakat menjadi motivasi bagi seluruh anggota kelompok untuk menjalankan program pengabdian secara maksimal.

“Kami bersyukur program Qira’atul Qur’an mendapat sambutan yang baik dari guru pengajian maupun masyarakat. Kepercayaan yang diberikan kepada kami menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an selama pelaksanaan KPM,” ujar Abdul Aziz.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi selama program berlangsung adalah perbedaan kemampuan membaca santri, mulai dari anak yang belum mengenal huruf hijaiyah hingga yang telah mampu membaca Al-Qur’an. Kondisi tersebut menuntut pembagian waktu, perhatian, dan metode pembelajaran yang berbeda sesuai kemampuan masing-masing peserta.

Baca Juga  AKAP DAMRI Sekarang Bisa dari Ciputat ke Wonosobo, Yogyakarta, Malang Hingga Bandar Lampung

Meski demikian, mahasiswa menargetkan 80 hingga 90 persen santri mengalami peningkatan jenjang bacaan, mampu membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dasar, serta menghafal doa-doa harian dan sejumlah surah pilihan dalam Juz 30. Program ini juga diharapkan mampu membentuk sistem pembelajaran yang lebih terstruktur dan mendorong lahirnya kader pemuda gampong yang dapat melanjutkan pembinaan di balai pengajian setelah masa KPM berakhir.

Selama pelaksanaan program, mahasiswa mulai melihat perkembangan kemampuan santri, ditandai dengan meningkatnya kelancaran membaca Al-Qur’an, ketepatan makhraj, serta bertambahnya hafalan surah-surah pendek dan doa-doa harian. Selain itu, aktivitas keagamaan di kedua balai pengajian menjadi lebih tertata dan mendapat dukungan yang semakin baik dari masyarakat Gampong Kuala Keureuto. (Muna Alfazira)

Share :

Baca Juga

BERITA

Tingkatkan Literasi Komunikasi, Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Latih Public Speaking Anak Desa Baroh Kuta Bate

BERITA

Publikasi Digital Dana Desa di Aceh Utara Dinilai Tingkatkan Transparansi, Wartawan Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

BERANDA

Ditemukan Pola Terorganisir di Balik Viral Kembali Video Demo Mahasiswa, Kata Monash University

ACEH

PKB Aceh Timur Buka Rekrutmen Pengurus DPAC 2026-2031, Ajak Kader dan Masyarakat Bergabung

ACEH

PGRI Salurkan Bantuan untuk 58 Guru Korban Banjir di Nurussalam Aceh Timur

BERANDA

Bom Waktu di Bawah Tanah: Deretan Kebakaran Sumur Minyak Ilegal dari Blora hingga Aceh

BERANDA

4 Peristiwa Hukum Pekan Ini: Dari OTT Bupati Pemalang hingga Putusan MK Soal Anggaran MBG

ACEH

Baitul Mal Aceh Buka Investigasi Dugaan Potong Bantuan, Tegaskan Bukan Kebijakan Lembaga