MEDIALITERASI.ID | JAWA BARAT – Sebanyak 46 kepala desa dari Provinsi Aceh mengikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan I yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI). Program peningkatan kapasitas aparatur desa tersebut berlangsung di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, pada 29 Juni hingga 2 Juli 2026.
Dari Kabupaten Aceh Utara, dua kepala desa terpilih menjadi peserta, yakni Geuchik Gampong Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Yusuf Beuransah, dan Geuchik Gampong Mane Tunong, Kecamatan Muara Batu, Faisal, ST. Keikutsertaan keduanya berdasarkan surat undangan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Nomor 000.9.6.3/3491/BPD tertanggal 23 Juni 2026 yang kemudian ditindaklanjuti melalui surat tugas dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Aceh Utara.
Program Kepala Desa Masuk Kampus merupakan bagian dari Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan kapasitas kepala desa melalui pembelajaran akademik, penguatan kepemimpinan, inovasi, serta tata kelola pemerintahan desa yang efektif dan berkelanjutan.
Selama mengikuti kegiatan, para peserta memperoleh materi yang disampaikan oleh akademisi dan praktisi, meliputi tata kelola dan kepemimpinan strategis, manajemen informasi publik, perencanaan, keuangan dan aset desa berbasis data, hilirisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, peran pemerintah desa terhadap pemberdayaan dan lingkungan, serta inovasi sosial dan kemitraan.
Usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, para peserta menerima sertifikat yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri bersama Universitas Indonesia sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi mereka dalam program peningkatan kapasitas kepala desa tersebut.
Geuchik Gampong Uteun Geulinggang, Yusuf Beuransah, mengatakan program ini bukan hanya diikuti oleh kepala desa dari Aceh Utara. Menurutnya, pada gelombang pertama terdapat 868 kepala desa dari 434 desa di seluruh Indonesia, termasuk 46 kepala desa dari Provinsi Aceh.
“Program ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kepala desa untuk meningkatkan kapasitas dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Dari Aceh ada 46 kepala desa yang mengikuti, sementara secara nasional pada gelombang pertama diikuti 868 kepala desa dari 434 desa,” ujar Yusuf.
Ia menambahkan, berdasarkan penjelasan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Program Kepala Desa Masuk Kampus akan terus dilaksanakan pada angkatan berikutnya. Namun, tidak semua kepala desa akan menjadi peserta karena seleksi dilakukan berdasarkan hasil penilaian Indeks Desa Membangun (IDM) dan indikator yang ditetapkan Kemendagri.
“Program ini akan terus berlanjut, tetapi tidak semua kepala desa dapat mengikuti. Peserta dipilih berdasarkan penilaian IDM dan kriteria yang telah ditetapkan Kemendagri. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, serta mempercepat pembangunan di desa,” katanya.
Program ini diharapkan mampu melahirkan kepala desa yang memiliki kompetensi kepemimpinan, tata kelola pemerintahan yang lebih baik, serta kemampuan mendorong inovasi dan pembangunan desa yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (EQ)







