Home / BERANDA / BERITA / NASIONAL / POLITIK / RUBRIK

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:23 WIB

Prabowo Sebut Ada Demonstran Dibayar Rp200.000, Guru Besar UGM: Gerakan Mahasiswa Rentan Digembosi

Tudingan pendanaan demo muncul di tengah rangkaian aksi mahasiswa 10-22 Juni di berbagai kota

MEDIALITERASI.ID | GORONTALO — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal adanya demonstran yang dibayar kembali memanaskan perdebatan publik. Pernyataan itu mengemuka di tengah rentetan aksi mahasiswa yang berlangsung di sejumlah kota Indonesia sejak 10 Juni hingga 22 Juni 2026.

Dalam pidatonya pada Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XII di Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026, Prabowo menyebut ada demonstran yang menerima bayaran Rp200.000.

“Saya tahu siapa yang membiayai. Mereka orang yang tidak menyukai saya,” kata Prabowo dalam pidato tersebut.

Baca Juga  Polres Aceh Timur Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2023

Presiden tidak menyebut secara spesifik kelompok mahasiswa. Namun, rangkaian unjuk rasa yang berlangsung dua pekan terakhir memang diikuti oleh mahasiswa di berbagai daerah.

Menanggapi hal itu, Guru Besar Departemen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM, Amalinda Savirani, menilai upaya pelemahan terhadap gerakan mahasiswa kerap dilakukan dengan berbagai cara.

Menurut Amalinda, gerakan mahasiswa memiliki legitimasi yang sangat kuat. Kondisi itu justru membuatnya mudah dimanfaatkan atau disusupi.

“Karena kuat legitimasinya, gerakan mahasiswa menjadi sangat mudah juga untuk dimanfaatkan atau disusupi. Itu termasuk yang dibayar-bayar itu,” ujar Amalinda.

Baca Juga  Edukasi Program Mahasiswa KKN PPM Kelompok 49 Digampong Pase Sentosa

Ia menjelaskan, ketika ada oknum yang menerima uang, narasi yang muncul kemudian mendelegitimasi keseluruhan gerakan.

“Yang tanpa sadar malah jadi delegitimasi gerakan mahasiswa itu sendiri. Saat ketahuan ada yang terima uang, muncul omongan ‘enggak ada mahasiswa sekarang, karena dibayar juga bisa’. Digembosi dengan cara itu,” kata Amalinda.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan rinci dari Istana terkait pihak yang dimaksud Presiden sebagai pendana aksi tersebut. (AYD)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Jepang Juara? Kuda Hitam Samurai Siap Guncang Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026

BERANDA

Ronaldo Hadiahi Restoran ke Mantan Pegawai McDonald’s Penolongnya  

ACEH

Perkara Khalwat Hotel Ayani Banda Aceh Dilimpahkan ke Kejaksaan  

BERANDA

Komisi PBB: Israel Sengaja Targetkan Anak-anak di Gaza, Tindakan Setara Genosida

ACEH

Gubernur Aceh Mualem Surat Prabowo Dorong Hilirisasi Migas Blok Andaman

ACEH

PGRI dan Bunda Guru Dilantik, Bupati Al- Farlaky Targetkan Sekolah Cetak SDM Unggul Di Aceh Timur

BERANDA

Prediksi Maroko vs Haiti 24 Juni 2026: Atlas Lions Wajib Menang, Peluang Lolos 32 Besar Hampir Pasti

ACEH

Tegakkan Hukum, Kejari Aceh Tenggara Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Jembatan Rp9,9 Miliar