MEDIALITERADI.ID | JAKARTA — Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov DKI Jakarta mengimbau warga waspada modus penipuan baru “telepon hening”. Modus ini memanfaatkan keheningan saat panggilan dari nomor tak dikenal untuk merekam suara korban.
Pelaku sengaja tidak bicara begitu telepon diangkat. Tujuannya agar korban bicara duluan. Suara “halo”, “iya”, atau “siapa ini?” lalu direkam dan diolah pakai teknologi AI voice cloning.
Hasil kloning suara itu bisa dipakai meniru korban untuk menipu keluarga atau kerabat korban.
“Kami minta masyarakat lebih berhati-hati. Keheningan saat angkat telepon dari nomor asing bukan sekadar gangguan jaringan, melainkan taktik pelaku merekam sampel suara. Dengan AI, rekaman singkat itu bisa diolah jadi kloning suara identik untuk menipu orang terdekat,” jelas Mugiya dari Dinas Kominfo DKI, Sabtu 6/6/2026.
Jika sudah terlanjur angkat telepon hening?
Langkah terbaik segera edukasi kontak terdekat. Beri tahu keluarga dan kerabat agar hati-hati jika ada panggilan mencurigakan yang mengaku kerabat dan meminta transfer atau data pribadi.
Dinas Kominfo DKI membagikan protokol “Silent First” untuk cegah penipuan:
1. Jangan langsung bicara saat angkat telepon dari nomor asing. Biarkan penelepon duluan.
2. Hindari kata “iya”, “halo”, “siapa ini?” berulang kali Cukup dengarkan dulu.
3. Terapkan aturan 3-5 detik. Jika tidak ada suara, langsung tutup dan blokir nomornya.
4. Gunakan aplikasi identifikasi nomor. untuk cek apakah nomor terindikasi spam/penipuan.
5. Siapkan kata sandi keluarga untuk verifikasi. jika ada panggilan yang mengaku kerabat minta bantuan mendesak.
Fenomena ini marak karena nomor tak dikenal kini mudah diakses pelaku. Masyarakat diminta tak mudah percaya meski suara di telepon terdengar mirip keluarga. (AYD)
(Semoga informasi ini bermanfaat dan kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.)







