Home / BERITA

Senin, 10 Januari 2022 - 13:21 WIB

Sang Penulis Malaikat – Malaikat Yang Terlupakan

Photo :Tgk Muhammad, S.Pd.I., M.T.H

ACEH UTARA – Tgk. Muhammad, S.Pd.I., M.T.H tulis buku “Malaikat – Malaikat Yang Terlupakan”. Buku yang memiliki 102 halaman ini diterbitkan oleh Sefa Bumi Persada yang di angkat dari problematika kehidupan nyata sudah laku terjual sampai 70 buku dari 100 Cetakan.

Buku Malaikat – Malaikat Yang Terlupakan (IDR 30.000)

Tgk Muhammad merupakan alumni Darul Huda Lueng Angen yang merupakan salah satu Dayah Salafi tertua dan ternama yang berlokasi di Desa Lueng Angen, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara ini juga pernah menulis buka pertamanya yang berjudul ” Hadis – Hadis Parenting Pola Asuh dan Pendidikan Anak Menurut Rasulullah SAW”, diterbitkan pada Agustus 2021 yang lalu.

Buku Hadis – Hadis Parenting yang  mengupas Pola Asuh dan Pendidikan Anak Menurut Rasulullah SAW. (IDR 35.000)

Kedua buku hasil buah pikiran Tgk Muhammad tersebut cocok dibaca oleh suami istri maupun kalangan manapun.

Lulusan Pascasarjana UIN Sumatra Utara prodi Tafsir Hadist ini mengaku, awalnya Ia termotivasi untuk menulis dikarenakan Ilmu yang dimilikinya merupakan Karunia Allah yang harus dibagikan dan disebar luaskan kepada orang banyak, Ia pun berencana untuk menulis secara continue.

Baca Juga  Kapolres Aceh Barat Pimpin Sertijab Kabag, Kasat dan Kapolsek

Menurutnya, tradisi menulis menunjukkan perkembangan yang signifikan pada awal abad kedua Hijriah yang dimulai dari kodifikasi hadis Nabi, lebih lanjut Ia menjelaskan puncak keemasan tradisi menulis berada pada masa Abbasiyah, terutama pada masa kepemimpinan Khalifah Harun Ar- Rasyid dan Al – Ma’mun. Pada masa itulah banyak melahirkan para ulama yang piawai dalam menulis.

Lebih lanjut Guru Ilmu Tafsir Dayah Terpadu Al – Muslimun menambahkan, Ulama generasi terdahulu banyak yang produktif dalam menulis kitab, kitab – kitab itu ditulis dengan tangan sendiri, sehingga warisan ilmu terus langgeng hingga hari ini. paparnya. (10/01/2022)

Hal itulah yang membuat Tgk Muhammad termotifasi untuk menulis agar ilmu itu tidak terlupakan.

“Dengan cara mengikatnya dengan tulisan”.

Selain giat menulis, Pria kelahiran Lhoksukon 17 November 1983 silam ini, juga berprofesi sebagai tenaga pengajar di Dayah Terpadu Al Muslimun Lhoksukon, Ma’had Aly Dayah Malikussaleh Panton Labu, Sekolah Tinggi Ilmu Al – Qur’an (STIQ) Darussalam Lhokseumawe dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe.

Baca Juga  Diduga Langgar Kode Etik, Oknum wartawan Sumenep Didesak Diproses Hukum

Ditengah kesibukannya Tgk Muhammad berharap dalam waktu dekat ini, juga akan menerbitkan sejumlah karangannya yang lain berjudul “100 Referensi dan Konseptual Dakwah memiliki 400 halaman dan buku “Pengantar Ilmu Hadis berjumlah 100 halaman.

Tak lupa, lelaki yang berdomisili di Desa Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, Kabubaten Aceh Utara saat ini mengucapkan kepada semua yang telah mendukungnya baik moril maupun sprituil.

“Terimakasih kepada orang tua tercinta, istri tercinta, seluruh guru, para Dosen, kiranya semua dalam lindungan Allah SWT, Ucapnya.

Ia juga berharap, buku hasil karyanya bermanfaat bagi penulis dan pembaca, menurutnya hanya kepada Allah kita memohon Taufiq dan Hidayah Nya, sedangkan untuk mendapatkan buku karangan saya, Pembeli dapat menghubungi langsung penulisnya atau no WhatsApp 085277965093 karena sejauh ini belum dititip di toko buku”, tutup Penulis buku Malaikat – Malaikat Yang Terlupakan.

Reporter: (Ek) | Photo : (Ist) | Editor : Endang

Share :

Baca Juga

ACEH

Baitul Mal Aceh dan FDP Salurkan Bantuan Usaha untuk Tingkatkan Kemandirian Mualaf

BERANDA

Menlu Kecam Penahanan 9 WNI Relawan Gaza oleh Israel: “Tindakan Tak Bisa Diterima”

ACEH

Idul Adha 1447 H: Bupati Aceh Timur Ajak Masyarakat Semarakkan Takbir Keliling di Simpang Ulim

ACEH

Sambut Idul Adha 1447 H, Bupati Aceh Timur Pusatkan Takbir Keliling di Simpang Ulim

BERANDA

Pemerintah Larang Film ‘Pesta Babi’, Yasinta Moenwen Sebut Kesaksiannya Dimanipulasi

ACEH

Muda Seudang Protes Penunjukan Ketua DPW Partai Aceh Timur, Sebut Cacat Prosedur

ACEH

Pergub JKA Dicabut, ARA Alihkan Fokus ke Tambang Beutong Ateuh dan Penanganan Korban Banjir

BERANDA

Puluhan Miliar Dana OSF Mengalir ke LSM dan Lembaga Akademis Indonesia, Apa Saja Programnya?