Home / BERITA / POLITIK

Kamis, 9 April 2026 - 06:09 WIB

Prabowo Sebut Bangsa Iran “Keras Kepala”, Soroti Keteguhan dalam Hadapi Tekanan Global

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyebut bangsa Iran sebagai bangsa yang “keras kepala” dalam konteks keteguhan menghadapi tekanan internasional, termasuk serangan dari Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam taklimat rapat kerja bersama jajaran kementerian, lembaga, dan BUMN di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo awalnya menanggapi kritik terhadap dirinya yang dinilai keras kepala. Ia menilai sikap tersebut terkadang diperlukan dalam menjalankan tugas.

“Kadang-kadang keras kepala dalam suatu pekerjaan dibutuhkan,” ujar Prabowo.

Ia kemudian mencontohkan bangsa Iran yang dinilai tetap teguh meski berulang kali mendapat ancaman.

“Sekarang orang mengatakan rakyat Iran keras kepala, pejuang-pejuang Iran keras kepala. Bolak-balik diancam, mau dihabisin. Tapi saya tidak ikut campur politik dalam negeri orang lain,” katanya.

Baca Juga  Penganugerahan Pangkat Kehormatan untuk Prabowo Mendapat Kecaman Koalisi Masyarakat Sipil

Menurut Prabowo, sikap keras kepala dalam arti positif juga tercermin pada para pendiri bangsa Indonesia yang mempertahankan kemerdekaan.

“Dulu bapak-bapak pendiri bangsa kita keras kepala. Lebih baik mati daripada dijajah kembali. Merah putih harga mati,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat di tengah eskalasi ketegangan beberapa pekan terakhir.

Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, mengatakan kesepakatan tersebut menjadi momentum awal menuju penyelesaian damai.

“Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata ini sebagai langkah positif untuk membuka ruang diplomasi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Mengutip laporan Al Jazeera, Presiden AS Donald Trump menyetujui penundaan rencana pemboman terhadap Iran selama dua pekan, hanya beberapa jam sebelum tenggat serangan pada 7 April 2026.

Baca Juga  Prajurit Satgas Pamtas Yonif 645/Gardatama Yudha dan Balai Karantina Pertanian Entikong Melakukan Patroli Gabungan

Keputusan tersebut diambil setelah komunikasi dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir. Salah satu syarat yang diajukan adalah pembukaan kembali Selat Hormuz.

“Dengan syarat Iran membuka Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman, saya setuju menangguhkan pemboman selama dua minggu,” tulis Trump melalui platform Truth Social.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi adanya kesepakatan awal tersebut. Ia menyatakan Iran akan menghentikan operasi defensif jika serangan dihentikan.

Pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan di Islamabad, Pakistan, untuk membahas kelanjutan kesepakatan.

Pemerintah Indonesia memandang perkembangan ini sebagai peluang untuk mendorong stabilitas kawasan dan penyelesaian konflik secara damai. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERITA

PLN Hadirkan Promo Diskon 50 Persen Tambah Daya, Berlaku 15–28 April 2026

BERITA

Mualem Tegaskan Program JKA Tidak Dihapus, Hanya Diperbarui

BERITA

Pemerintah Buka Rekrutmen 35.476 SDM untuk Koperasi Desa dan Kampung Nelayan

BERITA

KPK Soroti Pengadaan 25 Ribu Motor Listrik oleh BGN

BERITA

Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

BERITA

Imigrasi Luncurkan Sport Visa, Permudah Akses Atlet Internasional ke Indonesia

BERITA

Tiga Warga OAP Ditembak di Puncak Papua, Dua Anak Terluka

BERITA

UUPA Belum Gagal, yang Gagal adalah Keberanian Menjalankannya