Home / FEATURE / POLITIK

Senin, 9 Maret 2026 - 10:06 WIB

Pon Yaya Siap Jalankan Amanah sebagai Ketua KPA Wilayah Samudra Pase

MEDIALITERASI.ID |BANDA ACEH – Suasana di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat siang, 6 Maret 2026, terasa hangat. Sejumlah tokoh Komite Peralihan Aceh (KPA) berkumpul menyaksikan penyerahan sebuah surat keputusan. Di ruangan itu, Ketua KPA Pusat yang juga Gubernur Aceh, Muzakir Manaf akrab disapa Mualem menyerahkan surat angkée kepada Saiful Bahri alias Pon Yaya.

Surat bernomor 04/KPA/III/2026 itu menandai satu babak baru dalam perjalanan organisasi eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Pon Yaya resmi ditunjuk sebagai Ketua KPA Wilayah Samudra Pase.

Bagi Pon Yaya, amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi. Ia menyebutnya sebagai tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan menjaga kekompakan serta kesinambungan perjuangan yang telah dirintis para pendahulu.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Mualem selaku Ketua KPA Pusat atas kepercayaan ini. Terima kasih juga kepada seluruh anggota KPA Wilayah Samudra Pase yang selama ini menjaga kebersamaan dan soliditas organisasi,” ujar Pon Yaya kepada wartawan, Senin, 9 Maret 2026.

Wilayah Samudra Pase bukanlah kawasan biasa dalam sejarah perjuangan GAM. Kawasan ini pernah dipimpin sejumlah tokoh penting gerakan tersebut, mulai dari Yusuf Ali, Muzakir Manaf, Sofyan Dawood, hingga Tgk Zulkarnaini yang dikenal dengan panggilan Tgk Ni. Nama lain yang juga pernah memimpin wilayah ini adalah Tgk Abu Bakar A. Latif atau Abu Len.

Baca Juga  Sekber Ganjar Nusantara Sumut Merangkul Semua Elemen Relawan Ganjar

Jejak sejarah itu membuat posisi Ketua KPA Samudra Pase memiliki bobot simbolik tersendiri di kalangan eks kombatan.

“Yang terpenting adalah menjaga kekompakan dan melanjutkan kerja organisasi sebagaimana yang telah dirintis oleh para pendahulu,” kata Pon Yaya.

Di masa konflik bersenjata, Pon Yaya dikenal dengan sandi Tanggy Buloh. Ia merupakan salah satu pejuang GAM di wilayah Samudra Pase yang pernah memegang sejumlah posisi strategis dalam struktur militer organisasi tersebut.

Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain Komandan Pasukan Rimueng Tapa, Komandan Kompi A 0015 Daerah II Wilayah Samudra Pase, Panglima Sagoe Tgk Syik di Buloh, serta Komandan Operasi Daerah II Tgk Syik di Cot Plieng Wilayah Samudra Pase.

Setelah penandatanganan Helsinki Memorandum of Understanding yang mengakhiri konflik bersenjata di Aceh, banyak eks kombatan bertransformasi ke jalur Politik dan organisasi sipil. Pon Yaya termasuk di antaranya.

Baca Juga  Disnaker Mobduk Aceh Tutup Kegiatan Keterampilan dan Kewirausahaan DPA-P SKPA 2022 yang Diinisiasi DPR Aceh

Ia kemudian aktif dalam struktur Komite Peralihan Aceh, organisasi yang menjadi wadah konsolidasi mantan pejuang GAM pasca perdamaian.

Dalam dunia Politik formal, Pon Yaya juga bukan sosok baru. Saat ini ia menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dari Fraksi Partai Aceh untuk daerah pemilihan Aceh Utara–Lhokseumawe periode 2024–2029.

Sebelumnya, ia pernah menduduki kursi Ketua DPRA pada periode 2022–2023.

Di luar Politik, Pon Yaya juga dipercaya memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia Aceh sebagai ketua umum masa bakti 2025–2029. Di Partai Aceh, ia menjabat sebagai Bendahara Umum.

Kini, dengan penunjukan sebagai Ketua KPA Wilayah Samudra Pase, perjalanan panjang Pon Yaya dari seorang kombatan dengan sandi Tanggy Buloh hingga menjadi tokoh Politik Aceh memasuki babak baru.

Di tengah dinamika Politik lokal Aceh, kepemimpinannya di KPA Samudra Pase akan diuji: menjaga soliditas organisasi eks kombatan sekaligus mempertahankan semangat perdamaian yang lahir dari Helsinki dua dekade lalu.

Kontributor : Hafiz | Editor : EQ

Share :

Baca Juga

BERANDA

Dorong Perang Total, Pernyataan Ben-Gvir Tuai Kritik: Israel Lebih Pilih Konflik Ketimbang Damai

ACEH

Pengeboran Mubadala di South Andaman, Aceh Tuntut Bagi Hasil & Kewenangan Sesuai UUPA dan MoU Helsinki

BERANDA

Kasus Korupsi BGN Bergulir, Mengapa Pemerintah Prabowo Tetap Lanjutkan Program MBG?

BERANDA

Pelatih Iran Protes Keras Akomodasi Piala Dunia: “Kami Tim Paling Diperlakukan Buruk”

BERANDA

Vance Tegur Israel: “Bangun dan Sadar, AS Satu-Satunya Sekutu Kuat Anda” di Tengah MoU AS-Iran

ACEH

Bupati Al-Farlaky Hadiri Sosialisasi Teknis Pelaporan Kinerja Daerah

ACEH

Bismillah Menjadi KM Nol Islam: Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Peradaban Peureulak di Haul Sultan ke-1224

BERANDA

Diaspora Aceh: Dari Pengungsi Konflik hingga Akademisi Dunia, Mengapa Mereka Merantau?