Amir Ghalenoei keluhkan jadwal padat, pemindahan paksa ke Tijuana, dan minimnya dukungan logistik penyelenggara
MEDIALITERASI.ID | LOS ANGELES – Pelatih kepala Timnas Iran Amir Ghalenoei melontarkan kritik tajam ke penyelenggara turnamen, Jumat 19/6/2026. Ia menyebut timnya mendapat perlakuan logistik paling buruk dibanding kontestan lain.
Pernyataan itu disampaikan Ghalenoei dalam konferensi pers resmi setelah Iran dipaksa meninggalkan Los Angeles dan kembali ke Tijuana tanpa jeda pemulihan.
“Kami adalah tim yang paling diperlakukan dengan buruk di seluruh turnamen ini. Kami telah menghabiskan begitu banyak waktu melelahkan di atas pesawat, dan mereka bahkan tidak memberikan kami waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi fisik setelah pertandingan hari ini,” ujarnya.
Dipaksa pindah, waktu recovery hilang
Ghalenoei menjelaskan Iran seharusnya menginap malam itu di LA dan baru kembali ke Tijuana siang keesokan harinya. Namun rencana berubah mendadak tanpa pemberitahuan jelas.
“Mereka mengatakan bahwa kami harus segera pergi dari sini saat ini juga. Padahal, bagi kami waktu pemulihan sangatlah krusial. Namun, kami justru diminta kembali ke Tijuana dengan segera, dan hal ini sangat mengkhawatirkan kami,” katanya.
Diduga ada campur tangan pihak lain
Pelatih 61 tahun itu juga menyoroti kejanggalan di balik keputusan akomodasi. Menurutnya, rencana tim diambil di tempat lain.
“Saya pikir situasi ini sangat aneh. Tampaknya ada pihak lain yang merencanakan segalanya untuk kami, dan keputusan-keputusan penting mengenai tim ini diambil di tempat lain,” ucapnya.
Ia menambahkan federasi Iran, media domestik, dan sebagian staf manajemen tidak hadir di lokasi. “Kami seharusnya tiba dua malam sebelum pertandingan tetapi tidak diizinkan,” ujarnya.
Soal keadilan kontestan
Ghalenoei menegaskan aspek logistik dan waktu istirahat setara adalah hak dasar setiap tim di panggung tertinggi sepak bola. Kelelahan perjalanan dan akomodasi mendadak dinilainya bisa merusak fokus bertanding.
Hingga berita diturunkan, pihak penyelenggara belum memberikan tanggapan resmi terkait protes Iran. Belum diketahui apakah keluhan ini akan memicu evaluasi jadwal akomodasi tim lain. (AYD)







