Home / BERITA / LIFESTYLE

Senin, 26 Januari 2026 - 12:30 WIB

Kolaborasi Bappeda dan BEM Sumenep, Rumuskan Arah Pembangunan Berkeadilan

Foto. Momen Kepala Bappeda Sumenep paparkan arah Pembangunan Sumenep kepada Mahasiswa dari BEMSU.

Foto. Momen Kepala Bappeda Sumenep paparkan arah Pembangunan Sumenep kepada Mahasiswa dari BEMSU.

SUMENEP | MEDIALITERASI.ID — Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar sarasehan bertema “Membedah Arah Pembangunan Kabupaten Sumenep” sebagai ruang dialog strategis membahas arah pembangunan daerah lima tahun ke depan.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Potret Koneng, Selasa (26/1/2026), tersebut menghadirkan Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, sebagai salah satu pemateri utama.

Sarasehan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan perspektif pemerintah daerah dan mahasiswa dalam merumuskan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Dalam pemaparannya, Arif Firmanto menjelaskan arah pembangunan daerah beserta berbagai program strategis yang telah dan akan dilaksanakan guna mendorong kemajuan Kabupaten Sumenep di berbagai sektor pembangunan.

Baca Juga  Perkuat SDM dari Dalam Negeri, Ning Lia Kritik Pemborosan Studi Luar Negeri

Ia menekankan bahwa proses perencanaan pembangunan daerah tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil keselarasan antara arah kebijakan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah.

Sinkronisasi tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan peluang keberhasilan pembangunan secara menyeluruh.

Menurutnya, keselarasan perencanaan itu turut berkontribusi pada upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan, yang selama ini menjadi tantangan sekaligus karakter khas Kabupaten Sumenep.

“Pada akhirnya, perencanaan bukan sekadar dokumen, tabel indikator, atau angka-angka target yang tertulis rapi. Ini adalah ikhtiar sadar manusia untuk menata masa depan. Ketika hari esok belum pasti, maka harapan harus terus diperjuangkan,” ujar Arif Firmanto di hadapan peserta sarasehan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perencanaan merupakan jembatan penting menuju masa depan pembangunan daerah yang lebih cerah. Menurutnya, perencanaan harus mampu menyeimbangkan antara realitas yang ada dengan cita-cita yang ingin diwujudkan.

“Perencanaan adalah seni menyeimbangkan realitas dan cita-cita. Terlalu ideal, ia rapuh. Terlalu pragmatis, ia kehilangan jiwa. Di antara keduanya, perencanaan menemukan maknanya, yaitu sebagai jembatan antara apa yang ada dan apa yang seharusnya,” pungkasnya.

Sarasehan ini mendapat respons positif dari Aliansi BEM Sumenep sebagai bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam mengawal dan memberikan kontribusi pemikiran terhadap arah pembangunan daerah ke depan.

Share :

Baca Juga

ACEH

Danrem 011/Lilawangsa: Insiden Penembakan di Tiro Pidie Masih Didalami, 1 Warga Tewas

ACEH

Satu Warga Tewas, 10 Luka-luka dalam Insiden Penembakan Saat Maulid di Tiro Pidie

ACEH

Viral Bentrok di Tiro Pidie Saat Maulid: Apa yang Terverifikasi, Apa yang Masih Rumor?

EDUKASI

Asah Kompetensi Jurnalistik, LPM Al-Kalam Hadirkan Jurnalis RRI dan Metro TV

HUKUM

Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Dugaan Penyadapan Dirinya

HUKUM

Penyadapan Ilegal Diduga Sasar Prabowo hingga Jurnalis, Tiga Orang Ditetapkan Tersangka

HUKUM

Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Pejabat Negara

ACEH

Ahli Dewan Pers Ingatkan di Gathering Medco-BPMA: AI Hanya Alat Bantu, Verifikasi Fakta Tetap Tugas Jurnalis