MEDIALITERASI.ID | MEDAN – PT Medco E&P Malaka bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menggelar kegiatan Media Edukasi dan Gathering 2026 di Medan. Kegiatan ini diikuti oleh 33 wartawan dari 21 organisasi pers yang bertugas di Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan literasi media ini menghadirkan Ahli Dewan Pers, Nurcholis Basyari, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia memberikan penekanan penting terkait tantangan jurnalisme di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Menurut Nurcholis, kehadiran AI memang tidak bisa dihindari dalam dunia jurnalistik saat ini. Namun, ia mengingatkan bahwa AI hanya boleh diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran jurnalis.
“Kecerdasan buatan hanya boleh menjadi alat bantu jurnalis. Verifikasi fakta, integritas, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik tetap menjadi tanggung jawab mutlak manusia, yakni jurnalis itu sendiri,” tegas Nurcholis Basyari di hadapan puluhan wartawan.
Ia menjelaskan, di tengah derasnya arus informasi digital, tanggung jawab jurnalis untuk melakukan cek dan ricek, konfirmasi, serta menjaga independensi menjadi semakin krusial agar tidak terjebak pada penyebaran hoaks yang diproduksi oleh mesin.
Selain membahas tantangan jurnalisme di era digital dan penggunaan AI yang beretika, kegiatan edukasi ini juga memberikan pemahaman komprehensif kepada para peserta mengenai beberapa topik penting lainnya.
Para wartawan mendapatkan pembekalan mengenai industri hulu minyak dan gas (migas), termasuk peran dan kontribusi Medco E&P Malaka dan BPMA dalam pengelolaan energi di Aceh. Pembekalan ini diharapkan dapat membantu wartawan menyajikan pemberitaan migas yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami publik.
Tidak hanya itu, materi tentang etika bermedia sosial bagi jurnalis juga menjadi sorotan. Wartawan diingatkan untuk tetap menjaga marwah profesi bahkan saat beraktivitas di ruang privat media sosial.
Kegiatan ini juga menyoroti *peran strategis media dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan membangun kepercayaan publik*. Media diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan industri, pemerintah, dan masyarakat, termasuk dalam mengangkat potensi ekonomi lokal.
Kegiatan Media Edukasi dan Gathering ini diapresiasi oleh para peserta sebagai ruang belajar bersama yang sangat bermanfaat untuk memperkuat literasi media dan mempererat silaturahmi antara perusahaan migas, regulator, dan insan pers di Aceh Timur. (*)
Penulis: Tim Medialiterasi.id
Editor: Redaksi







