MEDIALITERASI.ID | BATAM — Anggota Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Islam Aceh (UIA) mengikuti rangkaian kegiatan Capacity Building bertajuk “Impactful Leadership: Road to YELP 2026” yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Institute (BINS) di Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batam, pada 27–29 Oktober 2026.
Pelatihan tiga hari yang menghadirkan delegasi GenBI dari wilayah Sumatra dan Maluku ini dirancang sebagai langkah strategis dalam menyelaraskan visi BINS untuk membina kepemimpinan generasi muda sekaligus mempersiapkan peserta menuju Young Entrepreneur Leadership Program (YELP) 2026.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Bank Indonesia Institute, Hery Indratno, pada Selasa malam (27/10/2026). Rangkaian pembekalan dilanjutkan pada hari kedua dengan tiga sesi Policy Insight dari berbagai departemen Bank Indonesia, seperti DKEM, DKSP, DKMP, DEIH, DR, dan KPwBI Kepulauan Riau, guna membedah kebijakan moneter serta sistem pembayaran terkini.
Selain penguatan pengetahuan kebanksentralan, peserta dibekali materi Leadership Insight and Motivational Talk bersama Agnes Rahajeng, serta Workshop Penulisan Artikel Populer di Media yang dipandu oleh Harry Baskoro.
Memasuki hari ketiga, pelatihan berfokus pada Workshop Pembuatan Konten Digital oleh David Alfa serta simulasi Collaboration Team Building bersama tim Belajarlagi yang ditutup dengan pementasan seni Collaboration Night: Embrace Your Legacy.
Ketua GenBI Komisariat UIA, Hijjatul Kiram, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum kepemimpinan ini. Menurutnya, partisipasi GenBI UIA dalam agenda tingkat regional tersebut sangat vital bagi pembentukan karakter dan solidaritas mahasiswa UIA.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para anggota GenBI tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan dalam lingkungan kampus maupun masyarakat. Seorang pemimpin bukan hanya tentang kemampuan untuk memimpin, tetapi juga tentang bagaimana memberikan dampak positif, menginspirasi, dan menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Hijjatul Kiram.
Ia menambahkan bahwa pembekalan intensif mengenai kebijakan ekonomi dan literasi digital ini diharapkan dapat terus berlanjut guna membentuk mahasiswa UIA yang adaptif, kolaboratif, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.[af]







