Home / BERITA

Minggu, 18 Januari 2026 - 02:02 WIB

Aliansi Pers Soroti Ketimpangan Pendataan Korban Bencana di Aceh Utara

MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Aliansi Pers Kawal Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) menyoroti dugaan ketimpangan pendataan korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Utara. Lemahnya sinkronisasi data antar level pemerintahan dinilai berpotensi menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran.

Sorotan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Distrik Aceh Utara yang digelar di Lhoksukon, Aceh Utara, Sabtu malam (17/1/2026). Rapat dipimpin Koordinator Aliansi Pers Kabupaten Aceh Utara bersama jajaran pengurus dan puluhan anggota lainnya.

Ketua Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Distrik Aceh Utara, Marzuki A. Samad, mengatakan pihaknya menemukan perbedaan signifikan antara data lapangan dan data administratif, khususnya terkait jumlah rumah rusak dan warga terdampak.

Baca Juga  Polisi Ringkus Penyebar Video Porno Anak Lewat Aplikasi Telegram

“Ketidaksinkronan data ini berisiko menimbulkan ketidakadilan. Masyarakat yang benar-benar terdampak bisa terlewat dari skema bantuan,” ujar Marzuki.

Berdasarkan data resmi BNPB Pusat melalui Geospasial BNPB yang diperbarui per 18 Januari 2026, dampak bencana di Provinsi Aceh tercatat 107,1 ribu jiwa mengungsi, 551 orang meninggal dunia, dan 28 orang dinyatakan hilang. Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi, yakni sekitar 54,8 ribu jiwa.

BNPB juga mencatat 144.865 unit rumah rusak di Aceh, terdiri atas 44.361 rusak berat, 38.709 rusak sedang, dan 61.795 rusak ringan. Selain itu, 141 fasilitas kesehatan, 1.312 fasilitas pendidikan, 631 rumah ibadah, 624 jembatan, serta 1.627 ruas jalan dilaporkan terdampak.

Sekretaris Jenderal Sekretariat Aliansi Pers Kawal Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Irwan Syahputra (Syech Wan), menegaskan bahwa pendataan korban bencana menyangkut hajat hidup orang banyak dan harus dilakukan secara transparan serta akuntabel.

Baca Juga  Tidak Memiliki Lubang Anus, Bayi Umur 8 hari Asal Kuta Makmur di Operasi

“Kami mendorong pengawasan independen agar pendataan dilakukan secara objektif dan tidak menimbulkan kesan tebang pilih. Transparansi menjadi kunci agar penanganan bencana berjalan adil dan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat,” katanya.

Ia menambahkan, Aliansi Pers siap menjadi penghubung objektif antara masyarakat dan pemerintah guna mencegah potensi konflik sosial akibat ketimpangan distribusi bantuan.

Aliansi Pers juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat terdampak yang merasa belum terdata atau menerima bantuan tidak sesuai.

“Setiap laporan akan kami verifikasi di lapangan dan kami dorong untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan,” ujarnya. (EQ)

Share :

Baca Juga

ACEH

Rp435,32 Miliar untuk Penyintas Banjir Sumatera Cair, Aceh Utara Dapat Rp328 Miliar: Benarkah Sampai ke Warga?
Wisuda 227 Lulusan, UIA Berikan Apresiasi Prodi Unggul Hadiah Umrah

BERITA

Penguatan Mutu Menuju 2030, UIA Gelar Wisuda Angkatan XXXVIII di Kampus Paya Lipah

ACEH

LITERASI BENCANA: Hampir Setahun Berlalu, 222 Ribu Jiwa di Aceh Timur Masih Menanti Jadup dan Isi Hunian di Tahap 10

BUDAYA

Kritik Budaya Literasi Semu, Teuku Muhammad Jamil Ajak Ubah Kebiasaan Berbagi Tautan Jadi Berbagi Pemahaman

BERITA

DPN Indonesia dan Pagar Nusa Siapkan 2.000 Beasiswa PKPA bagi Kader Sarjana Hukum

BERITA

Direktur PMMU Lepas Tiga Alumni untuk Lanjutkan Studi ke Universitas Al-Azhar Mesir

BERITA

Polri Ajak Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Online, Jaga Keamanan Digital

BERANDA

Data Terbaru BPBD: Kerusakan Gempa Bogor M 4,1 Melonjak dari 17 Jadi 253 Rumah