Home / EDUKASI

Sabtu, 27 September 2025 - 20:27 WIB

Museum Tsunami Aceh Hadirkan Koleksi UNHCR sebagai Media Pembelajaran Kebencanaan

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH UPTD Museum Tsunami Aceh akan segera memperkaya koleksinya dengan penambahan barang-barang bersejarah berupa bantuan kemanusiaan yang digunakan pada masa tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pasca tsunami 2004.

Koleksi ini akan disumbangkan oleh UNHCR Indonesia sebagai wujud dukungan terhadap upaya pelestarian memori kolektif bencana dan pendidikan kebencanaan.

Barang-barang yang akan diserahkan antara lain selimut, ember, perlengkapan dapur, dan tikar yang membawa logo UNHCR.

Kepala Perwakilan UNHCR untuk Indonesia, Francis Teoh, menegaskan bahwa benda-benda tersebut bukan sekadar artefak, melainkan simbol nyata dari solidaritas global.

“Barang-barang ini merupakan saksi bisu dari upaya kemanusiaan dunia yang menyatu dengan gelombang solidaritas untuk Aceh,” ujar Teoh, Sabtu, 27 September 2025.

Baca Juga  8.050 Wisatawan Padati Museum Tsunami Selama Lebaran

Teoh yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di UNHCR dan terlibat langsung dalam tanggap darurat tsunami Aceh, menambahkan bahwa Museum Tsunami Aceh adalah ruang pembelajaran dan peringatan yang luar biasa. Ia berkomitmen untuk terus merekomendasikan museum ini kepada kolega internasionalnya.

Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M Syahputra AZ, menyambut baik inisiatif tersebut. Didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, Mimi Oktriyeni, ia menekankan bahwa koleksi baru ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

“Koleksi ini bukan hanya bukti fisik dari bantuan internasional, tetapi juga simbol harapan dan keberanian masyarakat Aceh dalam membangun kembali kehidupan mereka,” ungkap Syahputra.

Baca Juga  "Museum Keliling" Tarik Antusiasme Ratusan Pelajar di SMPN 1 Banda Aceh

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penambahan koleksi ini sejalan dengan visi museum sebagai pusat edukasi kebencanaan, bukan sekadar monumen peringatan.

Inisiatif ini juga mendukung rencana pengembangan muatan lokal kebencanaan yang diusulkan oleh JICA, sehingga dapat menjadi media pembelajaran konkret bagi siswa-siswa di Aceh.

Dengan hadirnya koleksi baru ini, Museum Tsunami Aceh berharap generasi muda dapat memahami lebih dalam kondisi riil masa darurat pasca tsunami, sekaligus mengambil pelajaran berharga tentang ketangguhan, solidaritas kemanusiaan, dan pentingnya mitigasi bencana.[af]

Share :

Baca Juga

ACEH

“Penajoh Keuneubah Indatu” Ramaikan Idi, TP PKK Aceh Timur Ajak Gen Z Cintai Jajanan Tradisional

ACEH

Bupati Al-Farlaky Tegaskan Tak Anti Kritik, Asalkan Konstruktif dan Beri Solusi

BERITA

Integrasikan AI dan OBE, Dosen MPI UIA Bireuen Raih Predikat ‘Most Inspiring Lecturer’

BERITA

Dosen FKIP Unimal Raih Gelar Doktor di Malaysia, Teliti Masa Depan Bahasa Aceh di Tengah Masyarakat Multietnik

ACEH

Peringati Hari Anak 2026, Pemkab Aceh Timur Soroti Pentingnya Ketahanan Mental Anak

BERANDA

Makan Ini! Payudara Lebih Sehat & Terlindungi

ACEH

Bupati Al- Farlaky Pimpin Rapat Monev  Manajemen RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak

ACEH

BPMP Aceh dan Disdikbud Aceh Timur Gelar Akselerasi Digitalisasi Pembelajaran PAUD dan SD