Home / BERITA

Jumat, 5 September 2025 - 21:46 WIB

AMPK Gruduk DPRD Deliserdang, Tuntut Pengembalian Dana Perjalanan Dinas Rp10,2 Miliar

Foto: Massa AMPK melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD Deliserdang, Kamis (4/9/2025),

MEDIALITERASI.ID | DELI SERDANG – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan (AMPK) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Deli Serdang, Kamis (4/9/2025) sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka menuntut pimpinan dan anggota DPRD mengembalikan dana perjalanan dinas periode Januari–Agustus 2025 yang disebut mencapai Rp10,2 miliar.

Aksi yang dikawal ketat aparat Polresta Deli Serdang dan Satpol PP ini berlangsung dengan orasi lantang. Massa membawa dua unit mobil pick up, perlengkapan sound system, serta sejumlah angkutan umum.

Dalam orasinya, Muhari (43), salah seorang pengunjuk rasa, menuding besarnya dana perjalanan dinas telah melukai hati rakyat. Ia menyebut perjalanan dinas Ketua DPRD Deli Serdang, Zakky Sharry, mencapai Rp1,1 miliar.

“Ini harus kita lawan,” teriak Muhari yang langsung disambut koor massa.

Muhari juga membandingkan fasilitas mewah anggota dewan dengan kondisi rakyat kecil. “Sementara gaji buruh sangat kecil dan masih banyak rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan,” ujarnya.

Baca Juga  Edukasi Program Mahasiswa KKN PPM Kelompok 49 Digampong Pase Sentosa

Fatimah Sinaga, orator lainnya, menegaskan penggunaan anggaran tersebut tidak berpihak kepada rakyat.

Ketua Umum AMPK, Rahman JP Hutabarat, menyoroti gaya hidup mewah pimpinan dewan, termasuk mobil dinas Ketua DPRD yang disebut mencapai Rp 4 miliar.

“Dana perjalanan dinas sebesar itu lebih baik dialihkan untuk rakyat, misalnya perbaikan jalan di STM Hulu dan daerah lain yang belum teraspal, atau menambah kuota BPJS PBI untuk warga miskin,” tegasnya.

Hutabarat juga menilai pimpinan DPRD tidak kompak sehingga banyak program pemerintahan terhambat.

Sekitar 30 menit berorasi, massa akhirnya ditemui sejumlah anggota DPRD, di antaranya M. Dhanil Ginting, H. Purwa Ningrum, Adami Sulaiman, Merry Alfrida Sitepu, Gendro Judo Buwono, Misdianto, serta Sekwan Iwan Salewa. Namun, ketiadaan Ketua DPRD maupun unsur pimpinan lainnya membuat situasi memanas.

Baca Juga  Wow! Kapal Ukuran Jumbo Sandar di Pelabuhan Benoa

“Kami ini rakyat, bukan bandit. Masa satu pun pimpinan dewan tidak hadir menemui kami,” kata Hutabarat dengan nada keras.

Meski sempat dilakukan audiensi dengan perwakilan massa di ruang rapat, pertemuan itu ditinggalkan AMPK karena tidak dihadiri pimpinan dewan.

“Tidak ada gunanya dilanjutkan. Anggota dewan hanya akan bilang akan menyampaikan aspirasi ke pimpinan, artinya tidak ada keputusan,” ujar Hutabarat sebelum keluar ruangan bersama pengunjuk rasa lainnya.

Terpisah, sejumlah anggota DPRD yang hadir menegaskan bahwa mereka sudah menerima aspirasi massa. Namun, mereka mengaku tidak mengetahui alasan pimpinan dewan tidak hadir.

“Kami sudah mendengar dan menampung aspirasi masyarakat. Soal pimpinan tidak hadir, kami tidak bisa menjawab,” ujar M. Dhanil Ginting didampingi beberapa anggota dewan lainnya. (RZ)

Share :

Baca Juga

Masuk Jaringan Global, UIA Paya Lipah Hadiri WCCE 2026 Kemenekraf RI

BERITA

Hadiri WCCE 2026, Rektor UIA Dorong Penguatan Sektor Ekonomi Kreatif Berbasis Syariah

BERITA

Tgk Zulfikar Harapkan Peningkatan Sarana Pendidikan pada Hari Santri Nasional 2026

Ekonomi

BREAKING: Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD Mulai Hari Ini – Arahan Survival Mode Prabowo

ACEH

BREAKING: Kapolri Cek Langsung Pabrik Sabu 1,2 Ton di Pidie – Lab Narkoba Terbesar Se-Indonesia Terbongkar!

ACEH

Terus Berikhtiar untuk Rakyat! Bupati Iskandar Al-Farlaky Konsisten Perjuangkan Bantuan Jadup Korban Banjir

BERITA

45 Santri Misbahul Ulum Tampilkan Silat Tapak Suci pada Hari Santri Nasional 2026

BERITA

Polda Metro Jaya Sita Lebih dari 7 Juta Butir Obat Keras Ilegal, 16 Orang Diamankan

ACEH

Bantuan UMKM Pusat di Aceh Timur Dikeluhkan, Pedagang Kecil Keluhkan Syarat Administrasi NIB