Home / BERITA

Senin, 1 September 2025 - 22:04 WIB

Seruan Damai Dharma Pongrekun: “Bangsa Indonesia dalam Keadaan Darurat”

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Mantan Komjen Pol Dharma Pongrekun menyatakan keprihatinannya atas situasi nasional yang disebutnya sebagai “keadaan darurat” dan menyerukan agar seluruh elemen bangsa menjaga ketertiban serta waspada terhadap agenda global.

Dalam keterangannya, Dharma menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan dalam aksi unjuk rasa beberapa hari lalu. Menurutnya, insiden tersebut merupakan konsekuensi logis dari akumulasi jeritan rakyat yang terhimpit oleh penerapan sistem kapitalis.

“Sistem kapitalis bertentangan dengan nilai luhur Pancasila karena tidak pernah berpihak pada rakyat. Ketatanegaraan kita telah melenceng jauh dari cita-cita Proklamasi Kemerdekaan,” tegas Dharma, Senin (1/9/2025).

Baca Juga  2 Pelaku ditangkap Polres Metro Jakpus, Tipu Korban dengan Uang Palsu 2 Milyar

Ia menilai para penyelenggara negara kini hanyut dalam arus globalisasi yang justru menyeret bangsa ke arah penjajahan gaya baru. Dharma mengingatkan bahwa DPR dan pemerintah tidak boleh mengkhianati rakyat dengan membuat kebijakan yang berpihak pada kepentingan asing dan pemodal besar.

Mengutip adagium salus populi suprema lex esto keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi Dharma menyerukan kepada Presiden Prabowo dan DPR untuk:

1. Menghapus kesenjangan sosial-ekonomi yang semakin melebar.

Baca Juga  Peringatan May Day 2025, Partai Buruh Sumut Desak Pemprov Sediakan Rumah Murah dan Layak

2. Mengembalikan kekayaan alam agar tidak dikuasai segelintir orang atau korporasi besar.

3. Memulihkan kedaulatan politik dan ekonomi bangsa.

4. Memastikan rakyat memiliki kendali atas arah kehidupan berbangsa.

“Kesadaran dan persatuan adalah kunci utama. Suara rakyat adalah bentuk perlawanan terhadap arsitek gelap yang mengendalikan sistem tetapi tidak berpihak pada bangsa,” ujar Dharma.

Ia mendesak Presiden Prabowo untuk mengembalikan cita-cita Proklamasi guna mewujudkan keadilan sosial, serta meminta DPR tidak lagi meloloskan undang-undang “pesanan” yang menggerus kedaulatan bangsa. (H. Ranto)

Share :

Baca Juga

ACEH

Baitul Mal Aceh dan FDP Salurkan Bantuan Usaha untuk Tingkatkan Kemandirian Mualaf

BERANDA

Menlu Kecam Penahanan 9 WNI Relawan Gaza oleh Israel: “Tindakan Tak Bisa Diterima”

ACEH

Idul Adha 1447 H: Bupati Aceh Timur Ajak Masyarakat Semarakkan Takbir Keliling di Simpang Ulim

ACEH

Sambut Idul Adha 1447 H, Bupati Aceh Timur Pusatkan Takbir Keliling di Simpang Ulim

BERANDA

Pemerintah Larang Film ‘Pesta Babi’, Yasinta Moenwen Sebut Kesaksiannya Dimanipulasi

ACEH

Muda Seudang Protes Penunjukan Ketua DPW Partai Aceh Timur, Sebut Cacat Prosedur

ACEH

Pergub JKA Dicabut, ARA Alihkan Fokus ke Tambang Beutong Ateuh dan Penanganan Korban Banjir

BERANDA

Puluhan Miliar Dana OSF Mengalir ke LSM dan Lembaga Akademis Indonesia, Apa Saja Programnya?