MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH — Kegiatan mendongeng bertema kepahlawanan yang dibawakan Kahfis Aceh menjadi salah satu acara utama dalam Puncak Pekan Merah Putih Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh untuk memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara dipusatkan di Twinkle Kids Preschool, Banda Aceh, dengan menghadirkan storyteller Siti Nurhidayah, S.Pd., M.Sc., atau Bunda Dayah, yang membawakan kisah “Agam Sang Pahlawan.” Cerita ini mengajarkan bahwa keberanian dan kepedulian dapat dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan keluarga.
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, S.K.M., M.Kes., menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk membentuk karakter anak-anak sebagai generasi tangguh, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
“Tema ‘Anak Ceria, Keluarga Sejahtera, Indonesia Maju’ mencerminkan harapan bahwa anak-anak yang bahagia dan sehat akan tumbuh dalam keluarga yang kuat, melahirkan generasi unggul untuk Indonesia,” ujarnya.
Puncak Pekan Merah Putih TAMASYA dilaksanakan serentak dari Sabang hingga Merauke dan terhubung melalui Zoom Meeting bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd. Wihaji menegaskan bahwa penanaman nilai kebangsaan sejak dini merupakan langkah penting untuk membentuk generasi penerus yang mencintai tanah air.
“Orang mungkin melihat ini sederhana, tetapi inilah cikal bakal anak-anak mengenal sejarah Indonesia, pahlawan, dan kemerdekaan,” katanya.
Pekan Merah Putih TAMASYA diharapkan tidak hanya menjadi perayaan HUT RI, tetapi juga sarana edukasi untuk menumbuhkan rasa persatuan, cinta tanah air, dan kepahlawanan sejak usia dini.







