MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Lebih dari 1.500 peserta dari berbagai sekolah memadati jalan protokol Kecamatan Dewantara dalam Karnaval Harmoni Dewantara, Senin pagi (18/8). Acara ini digelar untuk memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus menampilkan kekayaan budaya lokal yang beragam. Sekitar 2.500 warga memenuhi Lapangan Bola Kaki Dewantara dan jalur nasional Medan–Banda Aceh untuk menyaksikan pawai yang penuh warna.
Peserta karnaval, mulai dari anak-anak TK mengenakan pakaian adat Nusantara hingga siswa SMP yang tampil dengan seragam profesi seperti dokter, insinyur, polisi, dan tokoh adat, menegaskan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Acara ini dipelopori oleh organisasi kepemudaan dan sosial, termasuk KNPI Dewantara, IPSM Dewantara, LDS Dewantara, HIMADA, HISADA, dan RAPI Dewantara.
“Kami ingin karnaval ini menjadi momentum bahwa Dewantara adalah rumah keberagaman adat dan budaya,” ujar Zulfazli, S.Sos.I, Ketua Panitia Pelaksana.
“Ini bukan sekadar perayaan kemerdekaan, tetapi juga penegasan bahwa kita bisa hidup berdampingan dan saling menguatkan.” tambahnya.
Tahun ini, dukungan logistik datang langsung dari Pelindo Multi Terminal Branch Lhokseumawe. Perusahaan pelabuhan ini membantu penyediaan air dan pengaturan arus lalu lintas selama karnaval berlangsung.
“Kami merasa terhormat dapat mendukung acara luar biasa ini,” kata Khairul Iman, Staf Humas Pelindo SPMT Lhokseumawe.
“Kehadiran kami adalah bentuk komitmen untuk tumbuh bersama ide kreatif anak muda Dewantara.” tutup Khairul Imam.
Karnaval ini tidak hanya menjadi parade budaya, tetapi juga potret harmoni Indonesia: anak-anak membawa identitas budaya, pemuda menjadi motor penggerak, dan perusahaan hadir sebagai mitra masyarakat. Dewantara menunjukkan bahwa tradisi lokal, energi generasi muda, dan kepedulian korporasi dapat berpadu menciptakan perayaan yang meriah sekaligus sarat makna. (Muntazar)







