Home / BERITA

Jumat, 15 Agustus 2025 - 00:25 WIB

Duta Besar Kerajaan Belanda dan Konjen Jepang Sambangi Museum Tsunami

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – UPTD Museum Tsunami Aceh, kembali menerima kunjungan istimewa dari Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Marc Gerritsen serta Konsulat Jenderal Jepang di Medan, Toru Furugori, Kamis, 14 Agustus 2025.

Kedatangan tamu ini ini merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan 20 tahun kesepakatan damai Aceh dan peluncuran koalisi kemitraan kelapa sawit berkelanjutan Aceh atas undangan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal melalui Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M Syahputra AZ menyambut positif kunjungan ini.

Baca Juga  DPC AWDI Ponorogo Melaksanakan Perayaan Hari Pers Nasional Tahun 2025 dengan Cara yang Berbeda

“Kehadiran perwakilan diplomatik menunjukkan peran museum sebagai jembatan edukasi dan perdamaian,” terang Syahputra.

Ia juga menerangkan, museum terus berkomitmen menjadikan ruang ini sebagai pusat pembelajaran global tentang manajemen bencana.

“Museum ini menjadi simbol ketahanan masyarakat Aceh dan pusat edukasi mitigasi bencana. Arsitekturnya yang ikonik menggabungkan nilai-nilai Islam dan modernitas, menarik minat peneliti serta wisatawan global,” jelasnya.

Dalam tur yang dipandu petugas museum, Dubes Marc Gerritsen menekankan, museum ini berfungsi sebagai saksi yang sangat kuat atas kerapuhan tsunami tahun 2004, tetapi juga sebagai bukti ketahanan dan kekuatan yang patut dikagumi.

Baca Juga  PT PIM Mendapat Penghargaan TJSLP Dari Pemerintah Aceh

“Saya mendukung penuh upaya pelestariannya. Rakyat Aceh patut mendapatkan dukungan yang berkelanjutan,” ungkap Marc.

Kunjungan Dubes Gerritsen meneguhkan komitmen Belanda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan Aceh, khususnya di sektor budaya dan lingkungan.

Tur dirancang untuk memperdalam pemahaman sejarah dan warisan Aceh, sekaligus memperkuat kerja sama internasional pascabencana.

Pada kesempatan yang terpisah, Konjen Furugori juga menunjukkan kekagumannya terhadap museum tsunami serta menekankan bahwa bencana alam tidak mengenal batas.

“Kita harus bersatu mencegah kerusakan, melindungi korban, dan menyelamatkan kehidupan,” ujar Furugori.[af]

Share :

Baca Juga

HUKUM

Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB Melebar, KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif

ACEH

Rp435,32 Miliar untuk Penyintas Banjir Sumatera Cair, Aceh Utara Dapat Rp328 Miliar: Benarkah Sampai ke Warga?
Wisuda 227 Lulusan, UIA Berikan Apresiasi Prodi Unggul Hadiah Umrah

BERITA

Penguatan Mutu Menuju 2030, UIA Gelar Wisuda Angkatan XXXVIII di Kampus Paya Lipah

ACEH

LITERASI BENCANA: Hampir Setahun Berlalu, 222 Ribu Jiwa di Aceh Timur Masih Menanti Jadup dan Isi Hunian di Tahap 10

BUDAYA

Kritik Budaya Literasi Semu, Teuku Muhammad Jamil Ajak Ubah Kebiasaan Berbagi Tautan Jadi Berbagi Pemahaman

BERITA

DPN Indonesia dan Pagar Nusa Siapkan 2.000 Beasiswa PKPA bagi Kader Sarjana Hukum

BERITA

Direktur PMMU Lepas Tiga Alumni untuk Lanjutkan Studi ke Universitas Al-Azhar Mesir

BERITA

Polri Ajak Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Online, Jaga Keamanan Digital