Home / BERITA

Kamis, 24 Juli 2025 - 23:12 WIB

Mahasiswa Budi Luhur Gelar Aksi Tolak PSN di Depan Kantor Kemenko Perekonomian

MEDIALITERASI.ID | JAKPUS – Sekitar 30 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Budi Luhur menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Selasa (22/7/2025) siang.

Dalam aksinya, para mahasiswa membawa spanduk, poster, dan bendera aliansi yang berisi tuntutan penghentian Proyek Strategis Nasional (PSN). Mereka menilai proyek tersebut mempersempit ruang demokrasi dan menindas hak-hak rakyat, terutama dalam hal akses terhadap tanah dan pekerjaan.

Beberapa spanduk bertuliskan, “Tanah untuk Rakyat”, “Tidak Ada Demokrasi Tanpa Reforma Agraria Sejati”, “Stop Rumahkan Buruh”, “Hentikan PSN Rakus Tanah”, dan “Hentikan Perampasan dan Monopoli Tanah”.

Baca Juga  Aktor Bollywood Saif Ali Khan di Tusuk Perampok

Dalam orasinya, massa menuding PSN hanya menguntungkan segelintir elit dan pemodal, serta melanggar konstitusi karena tidak melibatkan masyarakat lokal. Mereka mendesak pemerintah segera menjalankan reforma agraria sejati.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, membenarkan adanya aksi tersebut. Ia menyebutkan bahwa meski tidak ada pemberitahuan resmi kepada kepolisian, aksi berjalan tertib.

“Benar, tadi siang ada aksi dari BEM UBL di depan Kantor Kemenko Perekonomian. Aksi diikuti sekitar 30 orang dan berjalan tertib. Namun karena tidak ada pemberitahuan, petugas memberikan imbauan dan membentangkan spanduk peringatan,” ujar Susatyo, Kamis (24/7/2025).

Baca Juga  Lembaga ANTARTIKA Mendukung Penuh Pemberantasan dan Penangkapan Para Koruptor di Indonesia

Ia menambahkan bahwa massa membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 15.18 WIB usai menyampaikan orasi dan pernyataan sikap.

“Kami mengapresiasi mahasiswa yang tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasinya. Kami berharap ke depan setiap aksi mengikuti prosedur pemberitahuan sesuai undang-undang,” tambahnya.

Dalam aksinya, massa juga menyoroti kasus penggusuran warga di Kebon Sayur, Cengkareng, yang mereka anggap sebagai bagian dari praktik mafia tanah. (H Ranto)

Share :

Baca Juga

ACEH

Baitul Mal Aceh dan FDP Salurkan Bantuan Usaha untuk Tingkatkan Kemandirian Mualaf

BERANDA

Menlu Kecam Penahanan 9 WNI Relawan Gaza oleh Israel: “Tindakan Tak Bisa Diterima”

ACEH

Idul Adha 1447 H: Bupati Aceh Timur Ajak Masyarakat Semarakkan Takbir Keliling di Simpang Ulim

ACEH

Sambut Idul Adha 1447 H, Bupati Aceh Timur Pusatkan Takbir Keliling di Simpang Ulim

BERANDA

Pemerintah Larang Film ‘Pesta Babi’, Yasinta Moenwen Sebut Kesaksiannya Dimanipulasi

ACEH

Muda Seudang Protes Penunjukan Ketua DPW Partai Aceh Timur, Sebut Cacat Prosedur

ACEH

Pergub JKA Dicabut, ARA Alihkan Fokus ke Tambang Beutong Ateuh dan Penanganan Korban Banjir

BERANDA

Puluhan Miliar Dana OSF Mengalir ke LSM dan Lembaga Akademis Indonesia, Apa Saja Programnya?