Home / EDUKASI

Kamis, 10 Juli 2025 - 17:42 WIB

BPBA dan Disbudpar Aceh Aceh Gelar Pameran Temporer Kebencanaan

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Tsunami Aceh hari ini secara resmi membuka agenda pameran temporer kebencanaan dengan tema “Kenali Bencana, Bersiap Sebelum Terlambat” Rabu, 9 Juli 2025.

Pameran ini merupakan inisiasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh sebagai upaya untuk memperkuat literasi kebencanaan masyarakat melalui pendekatan sejarah, budaya, dan teknologi.

Data kuratorial pameran ini merupakan hasil sinergi yang apik dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh, menjamin kelengkapan dan akurasi informasi yang disajikan kepada pengunjung.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra AZ, menyatakan bahwa pameran ini dirancang tidak hanya sebagai ruang untuk mengenang tragedi, tetapi juga sebagai ruang belajar yang esensial untuk masa depan.

Baca Juga  Fakta Foundation Tingkatkan Kesadaran Kritis Pemuda Dan Mahasiswa Terhadap Isu-isu Publik

“Tujuan utama pameran ini adalah meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai jenis bencana, khususnya dalam memahami prosedur evakuasi yang aman dan tepat,” sebutnya.

Melalui instalasi edukatif, dokumentasi visual, dan narasi berbasis data, lanjut Almuniza, museum ingin mengajak masyarakat untuk lebih siap dalam menghadapi potensi bencana, baik alam maupun non-alam.

Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Nara Setia, turut menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ruang mengenang tragedi, melainkan sebuah laboratorium ketangguhan bangsa.

Baca Juga  Polres Lhokseumawe Berhasil Tangkap Tersangka Penyiraman Air Keras Terhadap Dua Anak Tiri

Ia menekankan bahwa dampak bencana dapat diminimalkan jika masyarakat memiliki pemahaman dan kesiapan yang memadai.

“Pameran ini diharapkan dapat mendorong generasi muda, pelajar, dan komunitas untuk menjadi agen perubahan yang menyebarkan budaya siaga bencana di lingkungannya,” tambahnya.

Bencana memang tidak dapat dihindari, tetapi dampaknya dapat dikurangi secara signifikan jika kita memahami dan menyiapkan diri dengan baik.

“Melalui pameran ini, Museum Tsunami Aceh diharapkan menjadi “living monument” yang mengubah memori kolektif tentang trauma menjadi aksi kesiapsiagaan,” tutup Nara.[af]

Share :

Baca Juga

ACEH

Bupati Alfarlaky Hadiri Peluncuran Buku “Polda Aceh Meutuah”, Tegaskan Sinergi Kunci Jaga Aceh Mulia

BERANDA

Waspada Hoaks! Pesan “Panggilan +375 & Kode #90 Bajak Rekening” Beredar Lagi, Polisi Tegaskan Tidak Benar

ACEH

3 Hektar Lahan di Julok Terbakar, Camat Imbau Warga Stop Bakar Sampah Sembarangan di Musim Kemarau

BERITA

Rakernas 2026, DPN PERMAHI Tetapkan Arah Strategis Organisasi dan Program Kerja Nasional

EDUKASI

Edukasi Sains dan Budaya, Museum Tsunami Aceh Buka Zona Panel Interaktif Masa Kini

EDUKASI

Ketika Guru Membangun Peradaban di Tengah Kebisingan Publik

EDUKASI

SNBT Bukan Takdir : Jangan Jadikan Kampus Impian Sebagai Berhala Masa Depan

EDUKASI

13 Mahasiswa KPI UIN Suna Lolos Beasiswa Bank Indonesia 2026