Home / OPINI

Sabtu, 10 Mei 2025 - 19:56 WIB

IJAZAH ITU HANYA SALAH SATU GERBANG

 

by M Rizal Fadillah

MEDIALITERASI.ID | Rakyat sedang menagih hutang Jokowi yang seluas bumi. Masih dengan sopan mengetuk pintu agar dibukakan untuk menyampaikan kalimat tagihan hutang. Jokowi yang awalnya tenang dan ringan ngeles kini bermain gubuk derita soal ijazah palsu. Terhinakan sehina-hinanya, terendahkan serendah-rendahnya. Netizen nakal bilang agar tidak direndahkan dengan ijazah palsu, maka tunjukkan saja ijazah yang asli seasli-aslinya.

Dengan alasan privacy ijazah itu tetap bersembunyi di gorong-gorong. Dirahasiakan rapat kepada publik. Memang sedikit-sedikit diperlihatkan namun segera ditutup lagi. Akibatnya wajar jika publik terus atau tetap curiga. Kegaduhan dibuat akibat ketidakjujuran dan kepengecutan. Hal yang mudah dibuat susah.

Bareskrim pun harus meminta langsung untuk mendapatkannya.

Bareskrim Mabes Polri sudah bergerak untuk melakukan penyelidikan. Pasal 263, 264, 266 KUHP terkait pemalsuan dan Pasal 68 UU Sikdiknas antara lain tentang pemberian ijazah dan gelar yang tidak memenuhi syarat. Tahapan uji forensik digital tengah disiapkanuntuk berbagai dokumen, khususnya skripsi dan ijazah Jokowi.

Baca Juga  MASIH ADAKAH PEMIMPIN BANGSA YANG MALU KETIKA KEMENANGAN DIRAIH DENGAN KECURANGAN?

Apapun hasil uji forensik baik dokumen itu asli maupun palsu, namun ijazah hanya satu gerbang saja untuk menjerat Jokowi. Skandal ijazah (Diplomagate) dapat berefek domino membuka gerbang (gate) lainnya. Jikapun lolos dari jeratan ijazah palsu maka gerbang lain telah menanti. Purna tugas sebagai Presiden, Jokowi dihadang oleh berbagai lanjutan skandal berat.

FAMILYGATE

Nepotisme dengan modus menjadikan sang putera Gibran sebagai Wapres adalah skandal besar. Pasal 22 UU No 28 tahun 1999 tentang KKN mengancam maksimal 12 tahun penjara bagi pelaku kejahatan Nepotisme. Ada Iriana, Usman, Bobby, dan Kaesang disana. Teriakan Purnawirawan untuk mengganti Gibran menjadi fenomenal.

OCCRP-GATE

Ini adalah perilaku korup Jokowi. Organized Crime and Corruption Reporting Project menempatkan Jokowi sebagai finalis tokoh korup kelas dunia. Artinya korupsi trilyunan rupiah dari berbagai bidang dan kegiatan di dalam negeri tercium menyengat hingga dunia. Pengusutan korupsi oleh KPK atau Kejagung hanya tinggal menunggu waktu.

KM 50 GATE

Skandal keji pembantaian atas anak bangsa tidak akan hilang dengan rekayasa pelepasan 2 (dua) aparat oleh Pengadilan. Masih menggantung pengusutan kasus kejahatan kemanusiaan ini. HRS dan komponen umat Islam masih terus memburu pengungkapan dan penarikan banyak personal ke ruang pengadilan. Joko Widodo tidak terkecuali.

Baca Juga  JOKOWI MENJELANG TUMBANG

AGUAN-GATE

Penjualan kedaulatan rezim Jokowi tidak dihentikan oleh rezim Prabowo. PIK 2 sebagai kelanjutan PIK 1 merupakan bentuk penyerahan kedaulatan rakyat Banten kepada sang Naga Aguan. Operasi Penyelamatan Aguan (OPA) telah sukses. Seperti kasus KM 50, maka aparat kecil menjadi korban tetapi segera dibebaskan dengan cepat. Dosa politik Jokowi bersama Luhut adalah menjual negara. RRC dibalik kepentingan aneksasi.

Diploma-gate atau skandal ijazah hanyalah salah satu pintu gerbang untuk merontokkan Joko Widodo.

Menjadi jalan bagi pembuktian posisi yang ia kemukakan sendiri yakni terhina sehina hinanya atau terendah serendah-rendahnya.

Jokowi telah menghinakan rakyat Indonesia dengan sehina-hinanya melalui berbagai kebijakan palsu yang sepalsu-palsunya.

 

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 10 April 2025

Share :

Baca Juga

OPINI

OPINI: Aceh di Persimpangan Sejarah, Antara Kebangkitan Bangsa Tua dan Target Perusakan Generasi

ACEH

Guru Besar USK: Jabatan Publik Bukan Harta Warisan, Jangan Hanya Bagi Jabatan Sementara Rakyat Melarat

OPINI

Sinergi Pemuda dan Polri: Membangun Kepercayaan, Menegakkan Keadilan

OPINI

KABUT ASAP: Ketika Asap Lebih Paham Cara Menutupi Persoalan Daripada Pejabat yang Menanganinya

ACEH

ABEH UBEE ABEH: Slogan Persiraja yang Harus Dibuktikan di Atas Lapangan, Bukan Sekadar Tulisan

OPINI

Masker Untuk Rakyat, Topeng Untuk Penguasa: Ketika Negara Gagal Melindungi Warganya

OPINI

Opini Guru Besar USK: Bendera Bintang Bulan Aceh dan Ujian Kepastian Hukum Negara

OPINI

Waktu Akan Membuktikan: Penjilat Pergi Saat Kepentingan Habis, yang Tulus Tetap Setia