
MEDIALITERASI.ID | UNJ, Jakarta – Universitas Negeri Jakarta menjadi tuan rumah bagi ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) ke XVII, salah satu tangkai yang diperlombakan adalah penulisan cerpen dengan jumlah 28 peserta terbaik yang dikirim dari daerahnya masing-masing. Hal menarik dari tangkai lomba penulisan cerpen tahun ini adalah peserta diundang untuk melakukan langkah inovatif dengan menggelar observasi ke Taman Ismail Marzuki (TIM), sebuah pusat kesenian dan kebudayaan terkemuka di Jakarta.
Selama kunjungan yang dilakukan tanggal 3 September 2024, peserta diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi aspek seni dan budaya yang dapat ditemukan di taman tersebut, di antaranya adalah perpustakaan yang menjadi wajah baru Taman Ismail Marzuki (TIM) setelah direvitalisasi. Peserta dapat mencari inspirasi dengan membaca buku fiksi maupun nonfiksi, mencoba fasilitas keren dan menyusuri sudut-sudut aesthetic dari bangunan tersebut. Observasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan inspirasi yang berguna pada saat perlombaan yang akan dilakukan pada tanggal 4 September 2024.
Setelah observasi, dewan juri memberikan sesi pembekalan yang intensif. Pembekalan ini mencakup menggunakan bahasa dengan etika dan norma, teknik penulisan, pembukaan yang memukau, pengembangan karakter, serta membuat ending yang mengesankan. Para juri berbagi pengetahuan dan tips berharga untuk membantu peserta meningkatkan kualitas cerpen mereka.
Putu Fajar Archana, selaku dewan juri, mengungkapkan bahwa observasi ini merupakan bagian dari upaya mencari pengalaman langsung untuk mendorong peserta berpikir lebih kreatif dan menulis cerita berdasarkan fakta dan data.“Kalian tidak hanya datang berlomba, menulis lalu pulang, tapi dengan observasi ke TIM, salah satu ikon seninya Jakarta, kalian akan mendapatkan kesan dan pengalaman langsung setelah pulang dari sini. Nah, ini yang membedakan tangkai cerpen dibanding tangkai-tangkai lomba lainnya tahun ini. Jadi, kalian juga akan membawa kesan selama perlombaan ini untuk dijadikan pengalaman karena seorang penulis akan sulit menulis tanpa pengalaman langsung dan pengetahuan,” ujarnya.
Langkah ini memperkuat komitmen Peksiminas 2024 dalam mendukung perkembangan kreativitas dan kualitas penulisan di Indonesia. Melalui observasi dan pembekalan ini, diharapkan akan lahir penulis-penulis cerpen berbakat dengan karya berkualitas yang dapat memberikan kontribusi signifikan dalam dunia sastra tanah air. (JA)






